google.com, pub-7586912727531913, DIRECT, f08c47fec0942fa0 Di Balik Lancarnya LPG Karimun, Pertamina Benahi Kelayakan Tabung

Advertisement

Di Balik Lancarnya LPG Karimun, Pertamina Benahi Kelayakan Tabung

29 Oktober 2026

Rapat koordinasi antara Pertamina Patra Niaga, Pemerintah Kabupaten Karimun dan instansi terkait, di Karimun, Selasa (27/10).

ANTARASATU.COM | Karimun - Kelancaran distribusi LPG 3 kilogram di wilayah kepulauan tidak hanya bergantung pada ketersediaan pasokan, tetapi juga kondisi tabung yang digunakan masyarakat. Menyadari tantangan itu Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut terus memperkuat pemeliharaan dan peremajaan tabung LPG 3 Kg di Kabupaten Karimun, Kepulauan Riau.

Langkah itu dilakukan untuk memastikan masyarakat memperoleh LPG bersubsidi dengan aman sekaligus menjaga kelancaran distribusi hingga ke wilayah kepulauan. Sepanjang 2026, Pertamina Patra Niaga telah mengirimkan 25.000 tabung LPG 3 Kg layak edar ke Karimun melalui mekanisme perputaran dan penggantian tabung.

Dalam tiga bulan terakhir, pengiriman tersebut mencapai rata-rata 3.000 tabung per bulan. Proses ini didukung Bengkel Pemeliharaan Tabung (BPT) di Batam dan Tanjungpinang. Tidak hanya menambah tabung layak edar, Pertamina juga mengganti 12.000 tabung yang sudah tidak memungkinkan untuk diperbaiki dengan tabung baru dari gudang di Batam.

Upaya peremajaan tersebut menjadi bagian penting dalam menjaga kualitas sarana distribusi LPG bersubsidi. Sebab, kondisi tabung tidak hanya berkaitan dengan kelancaran pasokan, tetapi juga menyangkut keselamatan masyarakat sebagai pengguna.

Pjs Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut Silvani Maiyestuhariani mengatakan, perusahaan terus mengoptimalkan ketersediaan tabung layak edar melalui peningkatan pemeliharaan, penggantian tabung, dan koordinasi dengan berbagai pihak.

"Kami terus mengoptimalkan ketersediaan tabung LPG 3 Kg yang layak edar melalui peningkatan pemeliharaan, penggantian tabung, serta penguatan koordinasi dengan seluruh pihak terkait. Upaya ini menjadi prioritas kami agar distribusi LPG kepada masyarakat Karimun dapat berjalan semakin optimal dengan tetap mengutamakan aspek keselamatan dan kualitas pelayanan," tutur Silvani, Kamis (29/10).

Tantangan distribusi LPG di Karimun tidak terlepas dari karakteristik geografis daerah tersebut. Sebagai kabupaten yang terdiri atas sejumlah wilayah kepulauan, penyaluran LPG membutuhkan dukungan transportasi darat dan laut. Kondisi lingkungan pesisir juga berpotensi mempercepat korosi atau kerusakan tabung sehingga membutuhkan pemeriksaan dan pemeliharaan secara berkala.

Kondisi itu membuat pengelolaan tabung menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari upaya menjaga kesinambungan pasokan. Pertamina pun terus mengevaluasi pola distribusi, penanganan tabung, hingga kesiapan sarana pendukung di sepanjang rantai penyaluran.

Penguatan langkah itu turut dibahas dalam rapat koordinasi antara Pertamina Patra Niaga, Pemerintah Kabupaten Karimun, dan instansi terkait pada Selasa (27/10). Pertemuan membahas peningkatan pengiriman tabung layak edar, optimalisasi penanganan tabung mulai dari Stasiun Pengisian Bulk Elpiji (SPBE), pengangkutan hingga pangkalan, serta penguatan pengawasan penyaluran.

Salah satu upaya jangka panjang yang turut didorong ialah percepatan pengembangan Bengkel Pemeliharaan Tabung di Kabupaten Karimun. Kehadiran fasilitas itu diharapkan dapat mempercepat pemeriksaan dan perbaikan tabung tanpa harus terlalu bergantung pada fasilitas pemeliharaan di luar daerah.

Dengan adanya bengkel pemeliharaan di Karimun, proses perputaran tabung diharapkan menjadi lebih efisien. Tabung yang masih dapat diperbaiki bisa segera ditangani, sedangkan tabung yang sudah tidak memenuhi standar dapat segera diganti sehingga ketersediaan tabung layak edar tetap terjaga.

Di sisi lain, koordinasi lintas instansi juga terus diperkuat bersama pemerintah daerah, Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP), Bea Cukai, mitra penyalur serta transportir. Sinergi itu mencakup kesiapan armada, pengaturan jadwal pengangkutan dan bongkar muat hingga antisipasi kendala transportasi laut.

Berdasarkan hasil pemantauan, penyaluran LPG 3 Kg di Kabupaten Karimun secara umum masih berlangsung. Meski demikian, Pertamina tetap memberikan perhatian terhadap kendala distribusi dan perputaran tabung di sejumlah wilayah agar pelayanan kepada masyarakat tidak terganggu.

Penguatan pengawasan juga disiapkan menjelang periode Natal 2026 dan Tahun Baru 2027. Pertamina memastikan kesiapan operasional SPBE dan seluruh lembaga penyalur agar kebutuhan LPG masyarakat tetap terpenuhi selama periode tersebut.

Silvani menegaskan, perusahaan akan melanjutkan perbaikan secara berkelanjutan melalui kerja sama dengan pemerintah daerah, instansi terkait, dan seluruh mitra penyalur.

"Pertamina Patra Niaga berkomitmen untuk terus melakukan perbaikan secara berkelanjutan melalui sinergi bersama pemerintah daerah, instansi terkait, dan seluruh mitra penyalur. Kami ingin memastikan kebutuhan LPG 3 Kg masyarakat Karimun dapat terus terlayani dengan baik, aman, dan sesuai peruntukannya," tutupnya.