google.com, pub-7586912727531913, DIRECT, f08c47fec0942fa0 Dana Asing Jadi Penentu, IHSG Berpotensi Menguat meski Rupiah Tembus 18.045

Advertisement

Dana Asing Jadi Penentu, IHSG Berpotensi Menguat meski Rupiah Tembus 18.045

22 Oktober 2026

Ilustrasi.

ANTARASATU.COM | Medan - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menutup perdagangan Kamis (22/10) di zona hijau setelah sempat tertekan di awal sesi. Indeks menguat 1,12% ke level 5.387,905, padahal pada pembukaan sempat terjerembap hingga 5.185.

Di sesi yang sama, IHSG sempat menyentuh titik tertinggi di 5.422. Tekanan di awal perdagangan muncul setelah beredar pidato Presiden Prabowo Subianto yang merespons rencana penurunan klasifikasi pasar modal Indonesia.

Pelaku pasar membaca pernyataan Presiden yang tidak takut pada ancaman MSCI (Morgan Stanley Capital International) sebagai sentimen negatif. IHSG kemudian berbalik arah pada sesi pertama sehingga kekhawatiran koreksi pasca-pidato tidak sepenuhnya terbukti.

Analis Pasar dari Universitas Islam Sumatera Utara (UISU) Gunawan Benjamin menilai penguatan IHSG menunjukkan pasar mulai meredam kekhawatiran jangka pendek.

"Respons pasar terhadap pidato Presiden ternyata tidak seburuk yang dikhawatirkan. Mayoritas saham bertahan di zona hijau hingga penutupan," ungkapnya, di Medan, Kamis (22/10).

Meski begitu, Gunawan mengingatkan bahwa bayang-bayang MSCI belum hilang. Keputusan lembaga indeks global itu baru keluar menjelang tenggat 30 Juni mendatang.

Selama periode tersebut, pasar saham masih berpeluang tertekan sentimen negatif. Karena itu, Gunawan menyebut respons Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bursa Efek Indonesia (BEI) terhadap ancaman MSCI akan menjadi perhatian utama pelaku pasar.

Ia juga menilai arus dana asing bakal menjadi tolok ukur untuk membaca arah kebijakan MSCI.

"Aliran dana asing yang masuk dan keluar akan menunjukkan seberapa besar kepercayaan investor global terhadap pasar kita," katanya.

Untuk perdagangan berikutnya, Gunawan memproyeksikan IHSG masih berpeluang melanjutkan penguatan, dengan batas atas di sekitar level 5.422 dan area support di kisaran 5.185. Namun, ia menyarankan investor tetap waspada terhadap volatilitas.

Di pasar valuta asing, rupiah ditransaksikan melemah ke level Rp18.045 per dolar AS. Gunawan menilai pelemahan rupiah masih akan membayangi pergerakan IHSG, terutama bila arus keluar dana asing berlanjut.

Dari pasar komoditas, harga emas dunia melemah ke US$4.078 per ons troy atau sekitar Rp2,37 juta per gram. Gunawan meyakini Harga emas tertekan kenaikan harga minyak mentah Brent yang mencapai US$ 111,8 per barel.