ANTARAsatu.com | MEDAN – Arus balik Lebaran 2026 perlahan mereda, berganti dengan deru mesin pabrik dan aktivitas logistik yang kembali bergerak. Di tengah transisi ini, PT Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera Bagian Utara (Sumbagut) bergerak cepat memastikan urat nadi ekonomi di wilayah kerjanya tidak tersendat akibat kendala energi.
Setelah sepekan penuh fokus melayani mobilitas jutaan pemudik, Pertamina kini memberi jaminan bahwa pasokan Bahan Bakar Minyak (BBM) untuk sektor industri tetap terjaga dan stabil. Langkah ini krusial mengingat berbagai sektor industri kembali beroperasi penuh pasca-libur panjang Lebaran.
Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut Fahrougi Andriani Sumampouw mengungkapkan, pihaknya terus memelototi data penyaluran energi di lapangan. Bagi mereka, masa transisi pasca-Idulfitri adalah periode krusial untuk menjaga momentum pertumbuhan ekonomi daerah.
“Kami memastikan kebutuhan BBM dan LPG, baik untuk masyarakat maupun sektor industri dan pelayanan publik, dapat terpenuhi dengan baik,” ujarnya, Rabu (25/3).
Senada dengan hal tersebut, Region Manager Corporate Sales Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut Anggoro Wibowo mengamati adanya tren normalisasi di kalangan pelanggan korporasi. Meski sempat terjadi penyesuaian aktivitas selama libur Lebaran, kini permintaan energi dari sektor-sektor strategis mulai menunjukkan grafik yang konsisten.
Menariknya, di saat konsumsi BBM untuk angkutan penumpang darat mulai melandai, sektor kelistrikan justru menunjukkan performa yang sangat stabil. Selama periode Satgas Ramadan dan Idulfitri (RAFI) 2026, pasokan energi untuk pembangkit listrik tidak mengalami gejolak signifikan.
Tantangan terlihat di sektor transportasi laut, khususnya di wilayah Kepulauan Riau (Kepri). Data internal Pertamina mencatat adanya lonjakan penyaluran BBM PSO yang signifikan pada puncak arus balik.
Yakni mencapai 202 KL per hari pada 16–17 Maret 2026 atau hampir dua kali lipat dari rata-rata normal yang berada di angka 107 KL. Meski periode puncak telah lewat, Pertamina belum mengendurkan pengawasan.
Melalui Satgas RAFI 2026, koordinasi lintas sektoral tetap dijalankan untuk memantau distribusi di wilayah Sumut, Riau, Kepri, Sumbar hingga Aceh. Dengan pasokan yang terjamin, para pelaku usaha di Sumbagut diharapkan dapat segera memacu roda produksinya kembali.
Pertamina menegaskan, ketersediaan energi, mulai dari solar industri hingga avtur, akan selalu dipenuhi untuk mendukung kelancaran operasional di seluruh lini strategis.
