google.com, pub-7586912727531913, DIRECT, f08c47fec0942fa0 VIRUS SUBCLADE K: Seperti Flu Biasa, Kemenkes Sebut Bukan Penyakit Baru

Advertisement

VIRUS SUBCLADE K: Seperti Flu Biasa, Kemenkes Sebut Bukan Penyakit Baru

23 Januari 2026

 

Ilustrasi.


ANTARAsatu.com | JAKARTA - Kementerian Kesehatan mencatat 74 kasus influenza A(H3N2) subclade K dari 204 spesimen yang diperiksa sepanjang 1 Januari 2025 hingga 10 Januari 2026. Kasus terbanyak ditemukan di Jawa Timur dan Kalimantan Selatan.


Direktur Penyakit Menular Kementerian Kesehatan Prima Yosephine menyebut puncak kasus terjadi pada minggu ke-40 tahun 2025. Tren penemuan kasus menurun sejak minggu ke-44 dan tidak ditemukan penambahan kasus baru mulai minggu ke-52.


“Sebagian besar pasien influenza mengalami gejala ringan hingga sedang dan dapat sembuh dengan sendirinya,” kata Prima Yosephine dalam keterangan resmi, Kamis (22/1/2026).


Prima menegaskan influenza A(H3N2) subclade K bukan virus baru. Virus tersebut merupakan bagian dari influenza musiman yang beredar setiap tahun.


Ikatan Dokter Anak Indonesia mencatat, subclade K tidak menunjukkan perbedaan klinis dibanding influenza A pada umumnya. Gejalanya meliputi demam tinggi, menggigil, sakit kepala, nyeri tenggorokan, hingga gangguan pernapasan.


Bahkan dokter disebut akan kesulitan untuk membedakan influenza biasa atau subclade K jika hanya mengacu dari gejala.


Kalangan medis mencatat kasus berat umumnya terjadi pada kelompok berisiko tinggi seperti lansia dan individu dengan penyakit penyerta. Pada pasien tanpa komorbid, infeksi influenza A(H3N2) umumnya bersifat ringan dan pulih dengan sendirinya.