google.com, pub-7586912727531913, DIRECT, f08c47fec0942fa0 HARGA EMAS DUNIA: Rekor Baru, Level Harga Terkini Sentuh Rp2,76 Juta per Gram

Advertisement

HARGA EMAS DUNIA: Rekor Baru, Level Harga Terkini Sentuh Rp2,76 Juta per Gram

26 Januari 2026

 

Ilustrasi.


ANTARAsatu.com | MEDAN - Harga emas dunia terus merangkak naik dan mencetak rekor baru pada perdagangan awal pekan, Senin (26/1). Ketidakpastian geopolitik global dan ancaman perang dagang AS menjadi motor utama yang mendorong investor memburu aset aman (safe haven).


Mengutip data pasar pada sesi perdagangan sore, harga emas dunia ditransaksikan di kisaran $5.092 per ons troy, atau setara dengan Rp2,76 juta per gram. Penguatan ini terjadi di tengah ancaman Presiden AS yang akan menaikkan tarif impor ke Kanada hingga 100%.


Ekonom dari Universitas Islam Sumatera Utara (UISU), Gunawan Benjamin, menilai kombinasi sentimen negatif dari AS telah menciptakan kekhawatiran masif di pasar global. Selain isu tarif, risiko penutupan pemerintahan (government shutdown) di AS kembali mencuat menyusul rencana pemblokiran RUU pendanaan oleh Partai Demokrat.


"Kombinasi sentimen tersebut membuat investor cenderung mengakumulasi emas dibandingkan aset berisiko lain," ujarnya di Medan.


Emas kembali membuktikan peran sebagai safe haven yang paling dicari saat tensi geopolitik AS dengan Eropa maupun Timur Tengah memanas. Di sisi lain, memburuknya sejumlah indikator keuangan AS ikut memberi ruang bagi penguatan mata uang negara berkembang.


Tercatat, indeks USD dan imbal hasil (yield) US Treasury tenor 10 tahun mengalami tekanan. Hal ini turut memberikan dampak positif bagi pasar domestik.


Adapun mata uang Rupiah ditutup menguat ke level 16.770 per dolar AS. Senada dengan rupiah, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) juga mampu melawan arus pelemahan bursa Asia dengan ditutup menguat 0,27% ke posisi 9.058, meski sempat menyentuh level terendah di 8.923.


Menurut Gunawan, fokus pelaku pasar selanjutnya akan tertuju pada kebijakan moneter Bank Sentral AS atau The Fed pada pekan ini. Pasar sedang mengantisipasi langkah The Fed di tengah memburuknya indikator ekonomi domestik mereka.


"Jika sinyal dovish menguat, emas berpotensi melanjutkan tren reli," pungkasnya.