google.com, pub-7586912727531913, DIRECT, f08c47fec0942fa0 PUASA-LEBARAN: Kata Bobby, Stok Pangan Sumut Berlimpah dan Harga Tak Bakal Naik

Advertisement

PUASA-LEBARAN: Kata Bobby, Stok Pangan Sumut Berlimpah dan Harga Tak Bakal Naik

30 Januari 2026

 


ANTARAsatu.com | MEDAN - Gubernur Bobby Nasution menyebut stok pangan di Sumut berlimpah menjelang Ramadan dan Idulfitri 2026 di tengah trauma inflasi pangan tahun lalu. Produksi berbagai komoditas utama melampaui kebutuhan sehingga harga diyakininya akan tetap terkendali.


“Ini kalau dilihat surplus semua, dari jumlah kebutuhan dan produksi, surplus,” ujarnya saat menerima kunjungan kerja spesifik Komisi XI DPR RI di Kantor Bank Indonesia Perwakilan Sumut, Medan, Jumat (30/1/2026).


Menurut dia, surplus tersebut mencakup beras, cabai merah, cabai rawit, bawang merah, daging ayam, telur ayam dan minyak goreng. Surplus itu menjadi sorotan karena cabai merah sempat memicu inflasi Sumut pada Oktober 2025.


Dia menyebut saat ini Pemprov Sumut melakukan intervensi dengan mendatangkan pasokan cabai dari Jawa Timur untuk menahan lonjakan harga. Memasuki masa panen, tekanan harga cabai merah kemudian mereda dan tidak lagi menjadi penyumbang inflasi.


Dia mengaku pemprov mengonsolidasikan langkah pengendalian harga melalui 11 aksi cepat pengendalian inflasi. Meliputi pembagian gratis komoditas penyumbang inflasi, bundling beras SPHP murah dengan cabai merah, serta percepatan program bantuan pangan.


Upaya lain dilakukan melalui pasar murah, intervensi tata niaga, sidak pasar dan pemantauan distribusi pangan. Pemprov juga memperkuat kerja sama antardaerah serta menugaskan BUMD mengelola cabai dan bawang merah.


Antisipasi kebutuhan pangan program Makan Bergizi Gratis dan penetapan toko pantau inflasi juga, kata dia, dijalankan.


Untuk memerkuat stabilitas pasokan jangka menengah, pemprov pun akan membangun tiga cold storage pada 2026. Fasilitas solar dryer dome juga akan dibangun di sejumlah wilayah penghasil pangan.