Salah satu bangunan toilet sekolah yang diduga terbengkalai. (Ist/Sembiring/mistar.id)
ANTARAsatu.com | DELISERDANG - Proyek rehabilitasi toilet sekolah di Kecamatan Bangun Purba, Kabupaten Deliserdang, Sumut, mangkrak dan belum dapat dimanfaatkan. Akibatnya, siswa terpaksa buang air ke sungai.
Kondisi itu ditemukan di SD Negeri 105399 Kulasar, Dusun 7 Dagang Buluh, Desa Mabar, yang hingga awal Januari 2026 masih belum memiliki fasilitas toilet layak. Dikutip dari mistar.id pada Selasa (13/1), bangunan toilet belum rampung meski papan proyek masih terpasang.
Pada papan tersebut tercantum nomor kontrak 602.2/35.9.1/SPK-PLK/PPBG/DCKTR-DS/2025 tertanggal 19 September 2025 dengan nilai kontrak Rp314 juta dan pelaksana CV Ronatama. Masa pekerjaan rehabilitasi tercatat selama 75 hari kalender sebagai bagian dari program penataan bangunan gedung.
Di SD Negeri 105399 Kulasar, pekerjaan terlihat terhenti. Tiga bilik toilet belum dilengkapi daun pintu, kran air belum terpasang, tandon air kosong, serta atap masih menggunakan seng lama tanpa plafon.
Dinding bangunan juga belum dicat secara menyeluruh, menandakan pekerjaan belum mencapai tahap akhir. Kondisi tersebut berdampak langsung pada aktivitas belajar siswa.
Para murid dilaporkan terpaksa memanfaatkan sungai di sekitar sekolah untuk buang air karena fasilitas toilet tidak bisa digunakan. Situasi ini menimbulkan kekhawatiran terkait kebersihan dan kesehatan lingkungan sekolah.
Saragih, warga sekitar lokasi, mengatakan aktivitas pekerja sempat terlihat hingga Desember 2025.
"Bulan Desember masih ada yang bekerja, tapi setelah libur Tahun Baru tidak terlihat lagi. Kami tidak tahu apakah pekerjaannya memang berhenti atau ditinggalkan," ujarnya.
Dia menambahkan, sejak toilet belum berfungsi, murid SD sering terlihat menuju sungai saat hendak buang air kecil.
Proyek rehabilitasi toilet ini mencakup delapan sekolah di Deliserdang, yakni SDN 104286 Bandar Meriah, SDN 101996 Batu Rata, SMPN 3 Satu Atap Batu Rata, SDN 105398 Dua Bahgerpang, SDN 105399 Kulasar, SDN 106856 Bah Balua, SDN 101993 Suka Luwei, dan SDN 108151 Bah Perak.
