google.com, pub-7586912727531913, DIRECT, f08c47fec0942fa0 PREDIKSI MARKET: IHSG Volatil akibat Tekanan Trump ke Fed, Rupiah kian Terpuruk

Advertisement

PREDIKSI MARKET: IHSG Volatil akibat Tekanan Trump ke Fed, Rupiah kian Terpuruk

30 Januari 2026

 

Ilustrasi.


ANTARAsatu.com | MEDAN - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak volatil seiring tekanan Presiden Amerika Serikat terhadap Bank Sentral AS atau The Fed. Sentimen tersebut mendorong pembukaan menguat, namun IHSG berbalik melemah dan diperkirakan bergerak dalam rentang lebar hingga akhir pekan.


“Tekanan politik Presiden AS kepada The Fed berpotensi menjadi katalis pasar, namun IHSG masih rentan berfluktuasi karena ketidakpastian global,” ujar Gunawan Benjamin, Ekonom UISU, Jumat (30/1).


Sikap Presiden AS yang kian serius mengganti Gubernur The Fed memunculkan ekspektasi penurunan suku bunga acuan dalam waktu dekat. Kebijakan moneter The Fed yang belum sejalan dengan keinginan Presiden AS dinilai menjadi sumber tekanan baru bagi pasar.


Sentimen tersebut dipersepsikan positif bagi pasar keuangan Asia karena membuka peluang kepastian penurunan bunga acuan. Namun, di sisi lain, tekanan global masih membayangi pergerakan aset berisiko di kawasan.


IHSG pada perdagangan pagi dibuka menguat di level 8.308. Namun, indeks kemudian berbalik arah dan ditransaksikan melemah di kisaran 8.220.


Tekanan terhadap IHSG diperkirakan masih berlanjut hingga akhir pekan. Pergerakan indeks diproyeksikan berada dalam rentang yang sangat lebar, yakni 8.150 hingga 8.310.


Di pasar domestik, rupiah pada perdagangan pagi melemah di kisaran 16.795 per dolar AS. Pelemahan ini terjadi saat indeks dolar AS bergerak menguat terbatas di level 96,61.


Dari pasar komoditas, harga emas dunia mengalami koreksi teknikal setelah penguatan tajam sebelumnya. Emas ditransaksikan di kisaran US$5.152 per ons troy atau sekitar Rp2,8 juta per gram.


Meski terkoreksi, emas dinilai masih berpeluang kembali menguat. Potensi penurunan suku bunga The Fed dan meningkatnya risiko perang dengan Iran menjadi dua faktor utama penopang harga emas ke depan.