Ilustrasi.
ANTARAsatu.com | MEDAN - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat sepanjang pekan ini dengan saham perbankan menjadi penopang utama, meski nilai tukar Rupiah ditutup melemah. Penguatan IHSG mencerminkan optimisme pelaku pasar terhadap prospek penurunan suku bunga ke depan.
Pada penutupan perdagangan terakhir pekan ini, Kamis (15/1), IHSG menguat 0,47% dan berakhir di level 9.075,406. Sepanjang sesi perdagangan, indeks sempat menyentuh level tertinggi di kisaran 9.100 sebelum terkoreksi dan bergerak di rentang terendah sekitar 9.040.
Penguatan IHSG berlangsung seiring dengan kenaikan mayoritas bursa saham Asia. Sentimen positif regional turut menopang pergerakan indeks di tengah minimnya tekanan eksternal yang signifikan.
Saham-saham perbankan berkapitalisasi besar menjadi motor penggerak utama IHSG. Emiten seperti BBCA, BBRI, BMRI, dan BBNI mencatatkan penguatan dan memberikan kontribusi dominan terhadap kinerja indeks.
"Selain sektor perbankan, saham PTRO juga ikut mendukung laju IHSG," ujar Ekonom Universitas Islam Sumatera Utara Gunawan Benjamin, di Medan.
Dia menilai dominasi saham bank tidak terlepas dari ekspektasi pelaku pasar terhadap arah kebijakan moneter. Yang mana pasar masih menaruh harapan pada peluang penurunan suku bunga acuan sehingga saham perbankan kembali menjadi pilihan utama investor.
Di sisi lain, kinerja Rupiah bergerak berlawanan dengan pasar saham. Rupiah ditutup melemah di level 16.880 per Dolar AS setelah bergerak terbatas di kisaran 16.855 hingga 16.885 sepanjang sesi perdagangan.
Pergerakan Rupiah relatif stagnan mengikuti stabilnya Dolar AS di kawasan Asia. Tekanan psikologis pasar juga muncul seiring memburuknya kondisi ekonomi di Iran yang memicu kekhawatiran terhadap mata uang Asia.
Meski demikian, tekanan terhadap Rupiah dinilai masih terbatas. Sementara itu, harga emas dunia bergerak fluktuatif.
Emas sempat melemah ke bawah level US$4.600 per ons troy sebelum kembali menguat ke kisaran US$4.619 pada sesi sore. Di pasar domestik, harga emas bertahan di sekitar Rp2,5 juta per gram.
Harga emas diperkirakan bergerak stabil di kisaran US$4.600 per ons troy sambil menunggu keputusan suku bunga acuan Bank Sentral Amerika Serikat dan perkembangan geopolitik global.
