google.com, pub-7586912727531913, DIRECT, f08c47fec0942fa0 Harga Emas Menguat Dekati Level Psikologis di Awal Tahun

Advertisement

Harga Emas Menguat Dekati Level Psikologis di Awal Tahun

02 Januari 2026

 

Ilustrasi.


ANTARAsatu.com | MEDAN - Harga emas dunia menguat dan bergerak mendekati level psikologis pada awal tahun ini seiring menguatnya sentimen fundamental global. Pada sesi perdagangan Jumat (2/1) sore, harga emas dunia ditransaksikan di level 4.388 dolar AS per ons troy atau setara sekitar Rp 2,37 juta per gram.


Penguatan harga emas terjadi setelah sempat tertekan pada sesi perdagangan awal. Kenaikan ini didorong oleh meningkatnya ketidakpastian global serta kekhawatiran terhadap kondisi geopolitik dan ekonomi dunia yang masih bergejolak.


Ekonom UISU Gunawan Benjamin mengatakan harga emas masih memiliki peluang menembus level psikologis 4.400 dolar AS per ons troy.


"Harga emas masih ditopang sentimen fundamental yang kuat dan peluang kenaikan masih terbuka," katanya di Medan.


Selain penguatan harga emas, pasar keuangan domestik juga menunjukkan pergerakan positif pada perdagangan awal tahun. Indeks Harga Saham Gabungan ditutup menguat signifikan 1,17% ke level 8.746,132. Penguatan IHSG ditopang kenaikan sejumlah saham emiten besar seperti BUMI, ANTM, MEDC, AMMN, hingga INCO.


Kinerja IHSG yang positif terjadi di tengah membaiknya mayoritas bursa saham di kawasan Asia yang ditutup di zona hijau. Pelemahan sektor manufaktur domestik tidak memberikan tekanan berarti terhadap pergerakan pasar saham.


Pelaku pasar saat ini menanti rilis sejumlah data ekonomi domestik, terutama inflasi oleh Badan Pusat Statistik. Selain inflasi, data neraca perdagangan dan penjualan ritel juga dijadwalkan rilis dalam waktu dekat, meskipun diproyeksikan tidak memberikan dampak signifikan terhadap pasar.


Menurut Gunawan, pelaku pasar cenderung lebih mencermati data neraca perdagangan dan penjualan ritel dibandingkan inflasi karena proyeksi inflasi umumnya sudah diperhitungkan sebelumnya.


Di sisi lain, nilai tukar rupiah pada perdagangan hari ini ditutup melemah ke level Rp 16.715 per dolar AS. Pelemahan rupiah terjadi di tengah membaiknya indikator ekonomi Amerika Serikat serta meningkatnya tekanan geopolitik global, termasuk di kawasan Asia, Eropa, dan Timur Tengah.