google.com, pub-7586912727531913, DIRECT, f08c47fec0942fa0 HARGA EMAS Cetak Rekor Baru, di Tingkat Konsumen bahkan Tembus Rp3 Juta per Gram

Advertisement

HARGA EMAS Cetak Rekor Baru, di Tingkat Konsumen bahkan Tembus Rp3 Juta per Gram

20 Januari 2026

 

Ilustrasi.


ANTARAsatu.com | MEDAN - Harga emas dunia kembali mencetak rekor tertinggi dan mendorong harga emas di tingkat konsumen menembus Rp3 juta per gram. Kenaikan tajam harga logam mulia ini terjadi di tengah pelemahan rupiah dan pergerakan pasar keuangan domestik yang cenderung stagnan.


“Harga emas dunia menyentuh level tertinggi baru dan di pasar konsumen domestik sudah ada yang ditransaksikan di atas Rp3 juta per gram, mencerminkan lonjakan permintaan sekaligus antisipasi risiko koreksi,” kata Ekonom Universitas Islam Sumatera Utara (UISU) Gunawan Benjamin, Selasa (20/1/2026)


Harga emas dunia tercatat mencapai level US$4.726 per troy ounce, atau setara sekitar Rp2,58 juta per gram. Namun di pasar ritel, harga emas batangan bergerak lebih tinggi dengan variasi harga yang lebar antarpenjual.


Perbedaan harga tersebut mencerminkan perhitungan risiko koreksi jangka pendek yang mulai diantisipasi pedagang di tengah tren kenaikan yang sangat cepat. Gunawan menilai lonjakan harga emas yang tajam secara alami memunculkan kekhawatiran koreksi dalam jangka pendek.


Kondisi ini membuat pelaku pasar membentuk harga yang beragam. Sekaligus menegaskan emas masih diposisikan sebagai aset lindung nilai di tengah ketidakpastian pasar keuangan global dan domestik.


Di sisi lain, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak nyaris stagnan. IHSG ditutup naik tipis 0,8 poin atau 0,01% ke level 9.134,70 setelah sempat menyentuh level tertinggi 9.175 dan terendah 9.120.


Perdagangan didominasi pergerakan di zona hijau, dengan 336 emiten menguat dan 323 emiten melemah. Sejumlah saham berkapitalisasi besar seperti BUMI, ANTM, BBRI, BMRI dan JPFA tercatat menguat.


Kinerja IHSG yang terbatas terjadi seiring tekanan di mayoritas bursa saham Asia. Sementara itu, nilai tukar rupiah justru bergerak melemah.


Rupiah sempat mendekati level Rp17.000 per dolar AS sebelum berbalik dan ditutup melemah di level Rp16.945 per dolar AS. Rupiah terus melemah meski dolar AS tidak memperoleh dukungan kuat dari rilis data ekonomi AS.