Suasana RSU Haji Medan.
ANTARAsatu.com | MEDAN - Pemprov Sumut akan menerapkan layanan kesehatan regional di berbagai wilayahnya untuk mengatasi penumpukan pasien yang membuat keterisian tempat tidur rumah sakit melampaui 80%. Langkah ini mencakup penguatan puskesmas dan pembagian zona pelayanan, mulai dari pantai timur hingga dataran tinggi.
“Sejak Probis (program Berobat Gratis) diberlakukan tahun lalu, kami cermati terjadi lonjakan pasien di beberapa rumah sakit, seperti rumah sakit Haji Medan, rumah sakit Adam Malik, rumah sakit Royal Prima, juga rumah sakit Murni Teguh,” ungkap Sekretaris Dinas Kesehatan Sumut Hamid Rijal Lubis, Jumat (30/1).
Hamid menjelaskan, di bawah koordinasi Bappelitbang Sumut, layanan kesehatan regional akan diterapkan di wilayah pantai timur, dataran tinggi, kawasan pariwisata, hingga penguatan khusus di Kota Medan. Skema ini diterapkan agar pasien tidak hanya tertumpuk pada sejumlah rumah sakit besar, melainkan tersebar merata sesuai domisili pasien.
Selain itu, model Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP), seperti puskesmas dan klinik, juga akan dimaksimalkan agar memiliki nilai tambah bagi masyarakat. Dengan penguatan ini, layanan kesehatan dasar diharapkan dapat tuntas di tingkat puskesmas sehingga pasien tidak perlu langsung dirujuk ke rumah sakit jika tidak mendesak.
Wakil Dirut dan Pengembangan SDM RSU Haji Medan Ridesman Nasution mengakui adanya dampak pemberlakuan Probis terhadap peningkatan jumlah pasien. Pada periode Desember 2025 hingga Januari 2026, tercatat 431 pasien dari 20 kabupaten/kota mengakses layanan Probis di rumah sakit tersebut.
Ridesman merinci, pasien terbanyak berasal dari Deliserdang sebanyak 287 orang, sementara sisanya berasal dari Medan, Karo, hingga Labuhanbatu. Dalam mengatasi lonjakan jumlah pasien, RS Haji Medan akan memperluas ruang Unit Gawat Darurat (UGD) pada tahun 2026 untuk meningkatkan kapasitas daya tampung.
Mereka Pihak juga berencana menambah 32 ruangan rawat inap baru tahun ini dari total 327 ruangan yang telah tersedia saat ini. Langkah itu merupakan kelanjutan dari penambahan kapasitas ruang ICU anak yang telah dilakukan pada 2025 sebagai respons atas kebutuhan perawatan intensif.
Untuk memperkuat garda terdepan, RSU Haji Medan juga telah merekrut 12 dokter umum serta 72 tenaga kesehatan tambahan di luar profesi dokter. Upaya ini didukung penuh oleh anggaran Pemprov Sumut tahun 2026 sebesar Rp3,6 miliar yang digelontorkan khusus untuk membiayai kontrak dokter spesialis.
