Areal terdampak longsor di Kecamatan Sibolangit, Kabupaten Deliserdang, Sumut, pada November 2024.
ANTARAsatu.com | Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Wilayah I Medan mengeluarkan peringatan adanya potensi bencana hidrometeorologis di Sumut. Peringatan ini menyusul potensi hujan berintensitas ringan hingga sedang di sejumlah wilayah pegunungan yang dapat memicu banjir, longsor dan angin kencang.
Prakirawan BBMKG Wilayah I Medan Putri Diana mengatakan, masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan terhadap kondisi cuaca yang tidak menentu. Kesiapsiagaan daerah dinilai sangat diperlukan untuk meminimalisir risiko dampak bencana yang mungkin terjadi.
"Cuaca dinamis saat ini menuntut kesiapan seluruh elemen masyarakat, terutama di daerah rawan longsor dan banjir," ungkapnya, Selasa (7/10).
Dia menjelaskan, fenomena peningkatan intensitas hujan dipengaruhi oleh peralihan musim kemarau ke musim hujan (pancaroba) serta aktivitas Madden Julian Oscillation (MJO). Kondisi itu memperkuat pertumbuhan awan hujan di wilayah barat Indonesia, termasuk Sumut.
Pada pagi hari, cuaca di sebagian besar wilayah Sumut akan berawan, dengan potensi hujan ringan di Nias Selatan dan Labuhanbatu. Memasuki siang hingga sore, hujan ringan berpotensi mengguyur wilayah Toba, Simalungun, Langkat, Labuhanbatu Utara serta Asahan dan Labuhanbatu Selatan.
Malam hari, hujan ringan masih akan berlanjut di sejumlah daerah, khususnya Padanglawas Utara, Samosir, Serdangbedagai dan Simalungun. Kota besar seperti Medan, Binjai, Karo dan Deliserdang juga tidak luput dari potensi hujan.
Kemudian suhu udara akan berkisar antara 14–33 derajat Celcius dengan kelembapan udara 65–98% dan angin bertiup dari arah selatan hingga barat daya dengan kecepatan 3–6 km per jam. Kondisi ini mendukung pembentukan awan hujan.
Selain potensi hujan di daratan, BMKG juga mengingatkan masyarakat pesisir terhadap gelombang tinggi di perairan Sumatera Utara. Gelombang laut diperkirakan mencapai 1,25 hingga 2,5 meter pada periode 5–8 Oktober 2025.
Karena itu, nelayan dan operator kapal diimbau berhati-hati terhadap gelombang tinggi, terutama di perairan barat Sumut dan sekitar Kepulauan Batu. Adapun area yang berisiko meliputi Samudera Hindia barat Kepulauan Nias, perairan timur dan barat Kepulauan Nias serta perairan barat Kepulauan Batu.
Untuk itu, aktivitas pelayaran dan perikanan tangkap diimbau selalu memperhatikan informasi cuaca terkini demi keselamatan. BMKG juga mengimbau pemerintah daerah melakukan langkah antisipatif.
Seperti pembersihan drainase, pemantauan lereng dan kesiapan tim tanggap darurat di wilayah yang kerap terdampak bencana. Langkah mitigasi sejak dini dinilai dapat menekan dampak kerugian akibat bencana hidrometeorologis.
