Doa bersama antara demonstran dengan para personel Brimob, di Kota Medan, Jumat (29/8).
ANTARAsatu.com | MEDAN - Peristiwa kematian seorang driver ojek online yang dilindas kendaraan rantis Brimob di Jakarta kembali memicu pergerakan massa demonstran di Kota Medan, Jumat (29/8). Selain memerotes tunjangan DPR, massa juga kini menuntut keadilan atas tewasnya driver tersebut.
Konsentrasi massa demonstran terpantau di beberapa lokasi, seperti di Lapangan Merdeka dan di depan markas Brimob Polda Sumut. Di Lapangan Merdeka, massa yang berasal dari berbagai organisasi kepemudaan dan masyarakat mulai berkumpul sejak siang.
Mereka kemudian menyatu membentuk satu barisan besar dan bergerak berjalan kaki ke arah gedung DPRD Sumut. Namun mereka ditahan barisan petugas anti huru-hara di depan City Hall.
Hingga sore hari mereka masih bertahan di sekitar kawasan tersebut. Dua tuntut besar selalu dilontarkan oleh massa aksi, yakni protes terhadap tunjangan mewah DPR serta keadilan atas tewasnya driver ojol di Jakarta.
Sementara itu, massa demonstran yang berkonsentrasi di depan markas Brimob didominasi driver ojol. Kedua tuntutan di atas juga mereka suarakan.
Namun di sela aksinya, demonstran sempat menggelar doa bersama dengan para personel yang berjaga di depan markas. Doa bersama itu terkait dengan kematian driver ojol di Jakarta.
Pada Kamis (28/8) di kawasan Pejompongan, dekat Bendungan Hilir, Jakarta Pusat, saat terjadi unjuk rasa buruh dan mahasiswa di depan gedung DPR/MPR RI. Seorang driver ojol, Affan Kurniawan, 21 tahun, yang saat itu sedang mengantar pesanan makanan dan tidak mengikuti aksi demo, terjebak dalam kerumunan massa.
Saat mencoba menyeberang di tengah kericuhan, dia terpeleset dan terjatuh. Namun nahas, sebuah kendaraan taktis (rantis) Brimob, yang dikenal sebagai Barracuda, melaju cepat dan menabrak Affan.
Setelah Affan terjatuh, kendaraan tidak langsung berhenti, malah kembali bergerak hingga melindas tubuhnya. Korban sempat dilarikan ke RS Cipto Mangunkusumo (RSCM), tetapi meninggal dunia tak lama kemudian.
Terpisah, Kabid Humas Polda Sumut Kombes Ferry Walintukan mengatakan, pihaknya telah menyiagakan sebanyak 1.100 personel untuk mengamankan aksi demonstrasi di DPRD Sumut pada Jumat (29/8). Personel juga disiapkan untuk pengamanan demonstrasi di Markas Brimob Polda Sumut, Jalan Bhayangkara, Medan Tembung.
Menurutnya, pengerahan personel sebanyak itu dilakukan untuk memastikan situasi Kamtibmas di Kota Medan tetap aman dan kondusif.
"Personel Polda Sumut yang disiagakan untuk pengamanan ini tetap mengedepankan sikap humanis sehingga proses penyampaian aspirasi dari masyarakat bisa berjalan dengan aman," ujarnya.
Ferry menyebutkan, Polda Sumut dan jajarannya menghargai kebebasan masyarakat dalam menyampaikan pendapat di muka umum. Namun dia mengingatkan agar demonstrasi harus dilakukan sesuai aturan dan tidak melanggar hukum.
Menurutnya, setiap warga negara memiliki hak menyampaikan pendapat di muka umum. Meski begitu, tindakan tegas tetap akan dilakukan jika aksi berujung anarkis atau melanggar hukum.