google.com, pub-7586912727531913, DIRECT, f08c47fec0942fa0 Pertamina Ajarkan 497 Siswa Medan Sulap Sampah Jadi Karya

Advertisement

Pertamina Ajarkan 497 Siswa Medan Sulap Sampah Jadi Karya

14 Agustus 2025

 


ANTARAsatu.com | MEDAN - Botol plastik bekas, kardus dan tutup botol yang biasanya terbuang, berubah menjadi bunga, hiasan gantung dan karya kreatif lainnya di tangan 497 siswa SD Negeri 068426, Medan Labuhan.


Kreatifitas itu berhasil dilakukan dalam kegiatan edukasi pengelolaan sampah yang digelar Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera Bagian Utara (Sumbagut), Sabtu (2/8) lalu.


Inisiatif ini merupakan bagian dari rangkaian peringatan Hari Anak Nasional 2025 sekaligus program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) perusahaan. Pertamina tak hanya ingin memberi pengetahuan, tetapi juga mendorong anak-anak menjadi agen perubahan di lingkungan mereka.


"Mereka bisa memulai dari rumah dan sekolah, lalu mengajak teman-temannya mengelola sampah dengan benar sehingga bernilai guna," ujar Fahrougi Andriani Sumampouw, Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut.


Dengan semangat "Anak Hebat, Indonesia Kuat Menuju Indonesia Emas 2045", Fahrougi menegaskan Pertamina berkomitmen untuk terus mendukung pendidikan lingkungan berbasis masyarakat.


Materi pengelolaan sampah disampaikan melalui metode interaktif: audio visual, storytelling dan sesi tanya jawab. Namun, puncak antusiasme terlihat saat siswa langsung mempraktikkan pemilahan sampah berdasarkan jenis, lalu mengolahnya menjadi kerajinan.


Botol plastik bekas disulap menjadi bunga, kardus jadi hiasan gantung dan tutup botol dirangkai menjadi karya seni.


"Sampah tidak hanya untuk dibuang atau dijual, tapi bisa diolah menjadi sesuatu yang bernilai," kata Burhanuddin Saragih, Ketua Bank Sampah HORAS BAH, salah satu mitra kegiatan ini.


Burhanuddin menjelaskan dampak buruk sampah bagi lingkungan dan kesehatan, sekaligus memperkenalkan konsep pengelolaan sampah berbasis masyarakat. Kolaborasi dengan bank sampah dan komunitas lingkungan menjadi kunci sukses acara ini.


Kegiatan ini dihadiri oleh perwakilan pemerintah setempat, termasuk Ade, Kasi Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM) Kecamatan Medan Labuhan. Ia mengapresiasi langkah Pertamina dalam menanamkan kesadaran lingkungan sejak dini.


"Edukasi seperti ini penting untuk membentuk karakter anak yang peduli lingkungan. Kami berharap ini berkelanjutan," ujarnya.


Nurhayati, Kepala Sekolah SD Negeri 068426, menambahkan siswa kini lebih memahami nilai daur ulang.


"Mereka melihat sampah bukan sebagai masalah, tapi bahan kreatif," katanya.


Melalui program ini, lanjut Fahrougi, Pertamina turut mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya poin ke-4 (pendidikan berkualitas) dan ke-13 (penanganan perubahan iklim).


"Ini investasi jangka panjang. Anak-anak yang paham pengelolaan sampah hari ini, akan menjadi generasi yang membawa perubahan positif di masa depan," pungkasnya.