Komoditas bawang merah yang digunakan dalam konsumsi sehari-hari.
ANTARAsatu.com | MEDAN - Kenaikan harga cabai merah dan beras mengguncang inflasi Sumatra Utara yang tercatat sebesar 0,76% pada Juli 2025 secara bulanan. Keduanya menjadi penyumbang utama tekanan inflasi, di tengah naiknya harga kelompok makanan dan minuman.
"Lonjakan harga bawang merah dan beras menjadi kontributor terbesar inflasi Sumut pada Juli," ungkap Ekonom Universitas Islam Sumatera Utara Gunawan Benjamin, Senin (4/8).
Menurut dia, tekanan inflasi dipicu penurunan pasokan di tengah permintaan konsumsi yang terus membaik. Peningkatan permintaan dipengaruhi kebijakan insentif pemerintah, termasuk program makan bergizi gratis (MBG) yang mendorong konsumsi sejumlah komoditas.
Untuk Agustus 2025, peluang inflasi dan deflasi diyakini masih terbuka sama kuat. Beras menjadi salah satu komoditas yang berpotensi turun pada Agustus karena membaiknya sisi pasokan.
Panen raya yang akan berlangsung dari Agustus hingga November mendatang diperkirakan menjaga ketersediaan beras lokal hingga kuartal pertama tahun depan. Sementara itu, cabai merah saat ini diperdagangkan pada kisaran Rp25.000 per kg di Kota Medan.
Meskipun sesuai dengan harga keekonomian, kenaikan pasokan dari panen raya bisa menekan harga. Terutama bila tidak diimbangi peningkatan permintaan dari daerah, seperti Riau dan Kepulauan Riau.
"Jika permintaan tidak meningkat, harga cabai merah bisa turun dan berpotensi mendorong deflasi," ujar Gunawan.
Namun, dia menambahkan, sekalipun cabai berkontribusi terhadap inflasi, dampaknya tidak signifikan untuk bulan ini. Di sisi lain, komoditas ikan segar seperti tongkol dan dencis juga berpotensi mengalami penurunan harga.
Saat ini kedua ikan tersebut masih berada di kisaran Rp33.000 per kg. Tomat juga dinilai berpeluang membentuk deflasi pada Agustus.
Harga tomat diperkirakan akan bergerak di rentang Rp5.000 hingga Rp8.000 per kg. Bawang merah, yang sempat melonjak di atas Rp50.000 per kg, juga memiliki potensi turun.
Namun bila harga tetap tinggi hingga pekan ketiga Agustus, komoditas ini akan kembali menjadi penyumbang inflasi. Sejumlah harga kebutuhan pokok lain seperti daging ayam, daging sapi, minyak goreng, gula pasir dan bawang putih diperkirakan tetap stabil.
"Pada Agustus ini, tekanan harga cenderung mengarah ke deflasi, meskipun peluang inflasi tetap ada," pungkasnya.
