ANTARAsatu.com | MEDAN - PT Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut kembali menorehkan prestasi lewat pencapaian signifikan di ajang Indonesia Social Responsibility Award (ISRA) 2025. Keunggulan implementasi program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) di tujuh unit operasinya berhasil mengantarkannya meraih tujuh penghargaan sekaligus di tingkat nasional.
Model bisnis Patra Niaga di Sumatra bagian Utara (Sumbagut) dinilai terbukti adaptif dalam mengintegrasikan pendekatan sosial, lingkungan dan ekonomi ke dalam strategi operasional. Struktur program TJSL yang terukur, inklusif dan berbasis komunitas menjadi kunci keunggulan dalam kompetisi berskala nasional tersebut.
"Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh stakeholder, masyarakat, mitra binaan dan khususnya tim pelaksana TJSL atau CSR di unit operasi atas kerja keras dan kolaborasi yang luar biasa," ujar Area Manager Comm, Rel & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut Fahrougi Andriani Sumampouw, dalam keterangan tertulis yang diterima Rabu (16/7).
Dalam ISRA 2025 yang digelar di Yogyakarta, Kamis (10/7), tujuh unit operasi Patra Niaga Regional Sumbagut berhasil menyabet penghargaan atas kontribusi nyata dalam pelaksanaan program TJSL. Ketujuh unit tersebut meliputi Fuel Terminal (FT) Medan, Aviation Fuel Terminal (AFT) Minangkabau, Integrated Terminal (IT) Teluk Kabung, FT Sei Siak, FT Pematang Siantar, IT Lhokseumawe, dan IT Dumai.
FT Medan meraih dua penghargaan sekaligus, yaitu Silver Award kategori Economic Empowerment serta Best Paper untuk kategori Social Innovation for Sustainable Communities. Program unggulan SEMPADAN (Sejahterakan Masyarakat dan Dorong Kemandirian) dinilai sebagai inovasi sosial terbaik dalam pemberdayaan masyarakat wilayah pesisir secara berkelanjutan.
"Dengan kombinasi teknologi ramah lingkungan, inovasi sosial berbasis komunitas dan model bisnis yang berkelanjutan, program SEMPADAN telah berhasil mendorong transformasi sosial ekonomi masyarakat di wilayah pesisir," ucap Fahrougi.
AFT Minangkabau dianugerahi Silver Award kategori Biodiversity Conservation melalui program Si Rancak (Sistem Informasi Pemberdayaan Nagari Berbasis Konservasi). IT Teluk Kabung juga memperoleh Silver Award kategori Economic Empowerment berkat program MAKE CAPABLE yang fokus pada swasembada pangan dan energi di wilayah perbukitan.
Empat unit lain meraih Bronze Award kategori Economic Empowerment atas inovasi TJSL berbasis lokal. FT Sei Siak mengusung program PESUT (Pengelolaan Sempadan Sungai Terintegrasi), sedangkan FT Pematang Siantar memfokuskan diri pada pengelolaan sampah organik dengan teknik permaculture.
IT Lhokseumawe menjalankan program Gampong Berdikari untuk budidaya udang dan pakan alternatif ramah lingkungan. Sementara IT Dumai menghadirkan program PANGKALAN GESIT (Gerakan Sampah Inovasi dan Terjalinnya Ekonomi) sebagai bentuk penguatan ekonomi sirkular masyarakat sekitar.
Vice Chairperson of ISRA 2025 Karinandini Zahra Ineza, mengatakan kolaborasi antar sektor dalam menjawab tantangan global menjadi aspek yang kini sangat penting. Menurutnya, sinergi pemerintah, swasta, akademisi dan masyarakat merupakan pondasi keberhasilan agenda pembangunan berkelanjutan.
"Kita tidak bisa berjalan sendiri, diperlukan kolaborasi lintas sektor pemerintah, swasta, akademisi, dan masyarakat untuk mengatasi tantangan mendesak misalnya perubahan iklim, ketimpangan sosial dan krisis sumber daya," kata Karinandini.
