google.com, pub-7586912727531913, DIRECT, f08c47fec0942fa0 Dinkes Catat Korban Keracunan MBG di Tanggulangin Sidoarjo Dekati 1.000 Anak

Advertisement

Dinkes Catat Korban Keracunan MBG di Tanggulangin Sidoarjo Dekati 1.000 Anak

03 September 2026


ANTARASATU.COM | Sidoarjo - Dinkes mencatat jumlah korban diduga keracunan makanan MBG di Tanggulangin, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, sudah mendekati 1.000 orang, tepatnya 664. Para korban merupakan para santri Pesantren Manbaul Hikam dan pelajar dari sejumlah sekolah di kawasan itu.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sidoarjo Lakhsmita Herawati mengatakan, sebagian besar korban telah mendapat penanganan medis dan diperbolehkan pulang. Dari 664 orang yang tercatat sebagai pasien, sebanyak 581 orang sudah dinyatakan membaik dan diperbolehkan kembali ke rumah atau pondok.

“Total 664 pasien, MRS 77 pasien, KRS 581 pasien, observasi 6 pasien,” ungkapnya, Kamis (3/9).

MRS merupakan pasien yang masih menjalani perawatan, sedangkan KRS adalah pasien yang telah diperbolehkan pulang. Adapun enam pasien lain masih menjalani observasi oleh tenaga kesehatan.

Menurut Lakhsmita, sebanyak 77 pasien masih dirawat di sejumlah fasilitas kesehatan. Kondisi mereka secara umum stabil, tetapi belum diperbolehkan pulang karena masih membutuhkan pemantauan dan penanganan medis.

Meski jumlah korban telah mencapai ratusan orang, Pemkab Sidoarjo belum menetapkan situasi ini sebagai Kejadian Luar Biasa atau KLB. Dinkes Sidoarjo memilih mengaktifkan Tim Krisis Kesehatan untuk memerkuat penanganan korban.

Menurut Lakhsmita, penanganan dilakukan melalui dua mekanisme. Pertama, tim kesehatan diterjunkan ke lokasi kejadian untuk melakukan pemantauan dan penanganan awal.

Tim tersebut dikoordinasikan oleh petugas dari puskesmas setempat. Kedua, beberapa rumah sakit disiagakan dengan menyiapkan tenaga kesehatan, obat-obatan serta fasilitas pendukung untuk mengantisipasi bertambahnya pasien.

Dugaan keracunan massal terjadi setelah ratusan santri Pondok Pesantren Manbaul Hikam dan pelajar dari 19 sekolah di kawasan Kalitengah, Kecamatan Tanggulangin, mengonsumsi makanan MBG pada Selasa (1/9).

Mereka dilaporkan mengalami sejumlah gejala, antara lain mual, muntah dan pusing setelah menyantap makanan MBG yang dibagikan pada Selasa siang. Makanan MBG itu diproduksi oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kalitengah Tanggulangin.

Makanan yang dibagikan terdiri atas nasi putih, orak-arik telur, tempe bumbu Bali, tumis buncis baby corn dan buah apel.