google.com, pub-7586912727531913, DIRECT, f08c47fec0942fa0 Tekan Angka Kebutaan, Sumut Gandeng Rumah Sakit Mata Cicendo Bandung

Advertisement

Tekan Angka Kebutaan, Sumut Gandeng Rumah Sakit Mata Cicendo Bandung

03 Juni 2026


ANTARAsatu.com | MEDAN - Masalah gangguan penglihatan masih menjadi tantangan besar di sektor kesehatan Indonesia. Berdasarkan data medis, prevalensi kebutaan di Tanah Air saat ini telah menyentuh angka sekitar 3%.

Berbagai penyakit seperti katarak, glaukoma, hingga diabetik retinopati terus membayangi masyarakat dan menjadi dalang utama di balik tingginya angka tersebut. Merespons situasi itu, Gubernur Sumut Bobby Nasution meneken nota kesepahaman (MoU) terkait jejaring pengampuan mata, Rabu (3/6).

Langkah ini diambil dengan merangkul Rumah Sakit Mata Cicendo Bandung. Institusi legendaris yang juga dikenal sebagai Pusat Mata Nasional sekaligus rujukan tertinggi pelayanan kesehatan mata di Indonesia.

Pertemuan yang berlangsung di Ruang Kerja Gubernur Sumut, Gedung Kantor Gubernur, Jalan Pangeran Diponegoro Nomor 30, Medan, ini menjadi babak baru bagi peningkatan kualitas fasilitas kesehatan di Sumut. Menurut Bobby, kerja sama ini merupakan kelanjutan dari komitmen jangka panjangnya sejak awal menjabat.

Jika pada fase awal fokus pemerintah adalah membuka keran akses kesehatan selebar-lebarnya agar bisa dijangkau oleh seluruh lapisan masyarakat, maka kini saatnya menaikkan kelas layanan itu.

"Hari ini setelah masyarakat mendapat layanan kesehatan, kami coba meningkatkan kualitas layanannya," ujarnya.

Ia menambahkan, pembenahan akan dilakukan secara menyeluruh dan agresif. Mulai dari peningkatan fasilitas di Puskesmas, RSUD hingga optimalisasi rumah sakit spesialis mata milik provinsi.

Direktur Utama RS Mata Cicendo Antonia Kartika membeberkan, program pengampuan ini tidak hanya berfokus pada alat medis, tetapi juga pada investasi manusia. RS Cicendo berkomitmen penuh untuk melakukan upgrade besar-besaran terhadap kapasitas dokter dan perawat mata yang ada di Sumut.

Aksi nyata dari kolaborasi ini sebenarnya sudah dicicil sejak beberapa waktu lalu melalui pembekalan teori (basic science) jarak jauh via Zoom meeting. Namun, akselerasi sesungguhnya baru akan dimulai dalam hitungan hari.

Adapun agenda terdekat dari kolaborasi itu salah satunya Workshop Akbar. Aktivitas ini memberi pelatihan kepada dokter mata yang berasal dari sekitar 49 rumah sakit di Sumut, termasuk para perawat mata.

Kemudian pendampingan operasi. Tim ahli dari RS Cicendo akan turun langsung melakukan pendampingan operasi katarak di lapangan setelah workshop selesai. Melalui sinergi ini angka kebutaan nasional, khususnya di Sumut, diharapkan dapat ditekan secara signifikan.