Ilustrasi.
ANTARAsatu.com | JAKARTA - PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN), sebagai bagian dari Subholding Gas Pertamina, terus memperkuat perannya dalam mendukung pencapaian target Net Zero Emission (NZE) Pertamina. Dengan mengusung tiga strategi utama berbasis gas bumi, PGN berkomitmen menjadi jembatan menuju transisi energi yang lebih bersih dan berkelanjutan.
Komitmen ini sejalan dengan pilar NZE Pertamina, yaitu Legacy Business Decarbonization dan Low Carbon Business. Direktur Utama Pertamina Simon Aloysius Mantiri menegaskan, target NZE bukan sekadar komitmen perusahaan, melainkan amanah nasional untuk menjamin keberlangsungan energi bagi generasi mendatang.
"Kami menargetkan NZE sebagai komitmen strategis jangka panjang yang terintegrasi dan selaras dengan visi Indonesia Emas 2045," ujar Simon dalam penandatanganan dokumen Penguatan Komitmen NZE Pertamina, Senin (11/8).
Arief S. Handoko, Direktur Utama PGN, memaparkan tiga strategi utama yang dijalankan perusahaan untuk mendukung peta jalan NZE Pertamina. Pertama adalah perluasan Jaringan Gas Rumah Tangga (Jargas).
Dalam perluasan ini PGN menargetkan 1 juta sambungan rumah tangga, yang diproyeksikan mampu mengurangi emisi karbon hingga 398 ribu ton CO₂ pada 2034. Program ini diyakininya menjadi langkah cepat untuk memberikan dampak nyata bagi masyarakat sekaligus mengurangi ketergantungan pada energi fosil.
Strategi kedua adalah pengembangan BBG & Infrastruktur Beyond Pipeline. Dalam strategi ini PGN mengembangkan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Gas (SPBG) berbasis Compressed Natural Gas (CNG) untuk transportasi.
Selain itu, perusahaan juga mengoptimalkan skema beyond pipeline, seperti CNG dan LNG, untuk menjangkau wilayah Indonesia Tengah dan Timur yang belum terakses pipa gas.
Strategi ketiga yakni pengembangan Biomethane dari Biogas Limbah Organik. PGN memanfaatkan limbah organik untuk menghasilkan Biomethane yang dapat dialirkan melalui infrastruktur gas eksisting.
"Proyek ini berpotensi mengurangi emisi hingga 150 ribu ton CO₂ per tahun, sekaligus mendukung ekonomi sirkular," imbuh Arief.
Hingga Juni 2025, PGN mencatatkan diri telah menurunkan emisi sebesar 18.631 tCO₂e, atau 22% melebihi target. Rosa Permata Sari, Direktur Strategi dan Pengembangan Bisnis PGN, menyatakan ketiga strategi di atas merupakan bagian dari Rencana Umum Penyediaan Gas Bumi 2025-2029.
"Kami ingin mewujudkan infrastruktur terintegrasi dan agregasi gas bumi untuk memenuhi kebutuhan energi nasional," ujarnya.
Dengan langkah-langkah strategis ini, lanjut dia, PGN tidak hanya berkontribusi pada target NZE Pertamina, tetapi juga memperkuat peran gas bumi sebagai energi transisi menuju NZE 2060. Ini menjadi bukti bahwa kolaborasi antara inovasi teknologi dan kebijakan berkelanjutan dapat membawa Indonesia selangkah lebih dekat menuju masa depan energi yang lebih hijau.
