google.com, pub-7586912727531913, DIRECT, f08c47fec0942fa0 HNSI Medan dan Relawan Wak Young Gelar Jumat Berkah, Himbau Nelayan Waspadai Dampak Asap Karhutla

Advertisement

HNSI Medan dan Relawan Wak Young Gelar Jumat Berkah, Himbau Nelayan Waspadai Dampak Asap Karhutla

Editor: Dyan Putra
16 Oktober 2026

Ketua DPC HNSI Kota Medan Abdul Rahman yang juga Ketua Relawan Wak Young Sumatera Utara, menyerahkan bantuan beras kepada masyarakat pesisir
ANTARASATU.COM | Belawan - Sebagai bentuk rasa syukur kepada Allah SWT, Tuhan Yang Maha Esa, DPC HNSI Kota Medan dan Relawan Wak Young Sumut gelar 'Jumat Berkah', dengan membagikan 400 karung beras bagi nelayan dan masyarakat pesisir, Jumat (16/10/2026).

Acara pembagian beras yang dilaksanakan di Perumahan Pasar Nippon tersebut turut dihadiri oleh DPC HNSI Kota Medan, pengurus dan anggota Relawan Wak Young serta masyarakat pesisir.

Ketua DPC HNSI Kota Medan Abdul Rahman mengatakan kegiatan 'Jumat Berkah' kali ini merupakan bentuk kepedulian DPC HNSI Kota Medan dan Relawan Wak Young terhadap masyarakat, khususnya masyarakat pesisir.

"Jumat Berkah kali ini kita berkolaborasi dengan Relawan Wak Young, dengan membagikan beras sebanyak 400 karung kepada nelayan serta masyarakat pesisir," ujar Atan sapa Abdul Rahman yang juga Ketua Relawan Wak Young Sumatera Utara.

Atan juga berharap agar kegiatan 'Jumat Berkah' dalam bentuk memberikan bantuan beras dapat bermanfaat dan berguna bagi masyarakat pesisir Kota Medan.

"Saya juga mengucapkan terima kasih kepada para donatur, sehingga kegiatan 'Jumat Berkah' dapat berjalan sesuai dengan apa yang diharapkan," ucapnya.

Waspadai Dampak Karhutla

Dikesempatan itu, Atan juga menghimbau kepada nelayan Kota Medan untuk berhati-hati ketika melaksanakan aktifitas di laut, karena dampak dari kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) telah mengganggu aktivitas, seperti membatasi jarak pandang nelayan sehingga menyulitkan navigasi untuk pulang, serta selalu tetap meningkatkan risiko kesehatan.

"Jarak pandang terbatas yang disebabkan kabut asap tebal, tentunya sangat menyulitkan nelayan melihat arah daratan atau matahari sebagai penanda," terang Atan.

Selain itu, dampak lain dari asap kabut yang sangat di rasakan nelayan rentan mengalami iritasi mata, batuk, pilek, hingga infeksi saluran pernapasan atas (ISPA) akibat terlalu lama menghirup asap. ****