ANTARASATU.COM | Simalungun - Hujan dengan intensitas tinggi yang melanda wilayah Kabupaten Simalungun, Sumut, memicu meluapnya Sungai Perpayakan dan Sungai Sordang. Luapan air merendam permukiman warga dan memutuskan total akses jalan melalui Jembatan Sordang.
Kerusakan pada Jembatan Sordang membuat mobilitas warga terhenti karena akses jalan terputus total. Selain fasilitas jalan dan jembatan, banjir juga berdampak pada dua rumah ibadah.
Luapan dari Sungai Perpayakan dan Sungai Sordang ini merendam kawasan pemukiman di Kelurahan Kampung Rendahan, Kecamatan Bosar Maligas. Berdasarkan data Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BPBD, ketinggian air yang merendam sedikitnya 90 unit rumah warga berkisar 50 hingga 150 sentimeter.
Kabid Penanganan Darurat, Peralatan, dan Logistik BPBD Sumut Sri Wahyuni Pancasilawati mengungkapkan, pihaknya mencatat terdapat 128 kepala keluarga yang terdampak akibat musibah ini.
"Berdasarkan laporan yang diterima, 128 kepala keluarga yang terdampak banjir di Simalungun pada Jumat (16/10)," katanya, di Medan, Sabtu (17/10).
Kendati merusak infrastruktur dan pemukiman warga, BPBD memastikan musibah ini tidak menimbulkan korban jiwa maupun pengungsi.
Menurut dia, saat ini berbagai upaya penanganan masih terus dilakukan oleh pemerintah setempat bersama pemangku kebijakan terkait. Personel telah diturunkan ke lokasi untuk membantu warga, sementara BPBD Sumut juga terus berkoordinasi untuk memastikan proses penanganan di lapangan berjalan lancar.
