google.com, pub-7586912727531913, DIRECT, f08c47fec0942fa0 ASAP KARHUTLA: Penerbangan Domestik dan Internasional Kualanamu Mulai Lumpuh

Advertisement

ASAP KARHUTLA: Penerbangan Domestik dan Internasional Kualanamu Mulai Lumpuh

16 Oktober 2026

Kondisi udara Bandara Kualanamu, Deli Serdang, Kamis (15/10).

ANTARASATU.COM | DELI SERDANG - Kabut asap yang menyelimuti wilayah Sumut mulai melumpuhkan Bandara Internasional Kualanamu, Deli Serdang. Pada Kamis (15/10), sebanyak tiga penerbangan domestik dibatalkan dan empat penerbangan lain mengalami keterlambatan.

Humas PT Angkasa Pura Aviasi Zul Andrika mengatakan tiga penerbangan domestik yang dibatalkan melayani rute Kualanamu-Mandailing Natal, Kualanamu-Takengon, dan Kualanamu-Sibolga.

Selain itu, empat penerbangan mengalami keterlambatan. Rinciannya, tiga penerbangan domestik dan satu penerbangan internasional menuju Kuala Lumpur, Malaysia.

"Ya, hari ini tiga penerbangan domestik di-cancel (batal). Ada empat penerbangan, di antaranya satu rute Kuala Lumpur mengalami delay (tertunda)," ungkapnya, Kamis (15/10).

Zul menjelaskan, keterlambatan terjadi karena jadwal keberangkatan dan kedatangan pesawat terganggu akibat kabut asap. Namun, seluruh penerbangan yang mengalami keterlambatan sejak pagi hingga pukul 16.35 WIB telah kembali diberangkatkan.

"Tidak lama memang, tetapi beberapa penerbangan yang sebelumnya ditunda, kini sudah terbang," ujarnya.

Kepala Balai Besar Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BBMKG) Wilayah I Medan, Hendro Nugroho, mengatakan kabut asap terdeteksi di seluruh wilayah Sumut. Kondisi itu terjadi meski pemantauan citra satelit pada Selasa (13/10) tidak menunjukkan adanya titik panas di Sumut.

Berdasarkan pengamatan Stasiun Meteorologi Aek Godang dan Stasiun Meteorologi Silangit pada pukul 10.00 WIB, jarak pandang di sejumlah wilayah Sumut turun menjadi 1-4 kilometer.

Selain penurunan jarak pandang, hasil pemantauan kualitas udara menunjukkan konsentrasi PM2.5. Yang berarti partikel halus di udara berada pada kategori sedang hingga tidak sehat.

Hendro mengimbau masyarakat yang berada di wilayah terdampak kabut asap untuk mengurangi aktivitas di luar ruangan. Imbauan ini terutama berlaku saat kondisi udara berkabut dan jarak pandang menurun.

"Apabila memerlukan kegiatan di luar ruangan, sebaiknya menggunakan masker," ujarnya.