ANTARASATU.COM | Deli Serdang - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali menghadapi persoalan keamanan pangan. Sedikitnya 38 siswa dari empat sekolah dasar (SD) di Kecamatan Galang, Kabupaten Deli Serdang, Sumatra Utara, mengalami keluhan kesehatan setelah mengonsumsi makanan MBG, Jumat (18/9).
Keluhan yang dilaporkan antara lain sakit perut, mual, hingga muntah. Sejumlah siswa kemudian dibawa ke Puskesmas Galang untuk mendapatkan pemeriksaan dan penanganan medis.
Kepala Dinas Kesehatan Deli Serdang Tetti Keliat mengatakan, sebanyak 25 siswa sempat dibawa ke Puskesmas Galang. Pada perkembangan terakhir yang disampaikan Jumat, tiga siswa masih menjalani perawatan.
Menurut Tetti, pemerintah belum dapat memastikan penyebab keluhan kesehatan tersebut. Namun Dinas Kesehatan telah mengambil sampel makanan dan minuman MBG untuk diperiksa di laboratorium.
“Kita sudah ambil sampelnya untuk dibawa ke lab. Kita belum bisa memastikan ini, tunggu hasil labnya,” ujar Tetti.
Petugas telah mengambil sampel makanan dan minuman yang dibagikan melalui program MBG. Termasuk susu, untuk mengetahui kemungkinan penyebab munculnya keluhan pada siswa.
Perbedaan jumlah korban juga muncul dalam laporan mengenai kejadian tersebut. Data awal mencatat terdapat 38 siswa dari empat SD terdampak.
Keempat sekolah tersebut adalah SDN 101976 Bandar Kuala, SDN 106197 Desa Paku, SDN 101961 Timbang Deli, dan SDN 107827 Titi Besi.
Berdasarkan data tersebut, SDN 101976 Bandar Kuala tercatat memiliki tujuh siswa yang mengalami keluhan. Kemudian SDN 106197 Desa Paku sebanyak 13 siswa, SDN 101961 Timbang Deli sebanyak 17 siswa, dan SDN 107827 Titi Besi satu siswa.
Namun, laporan Pemerintah Kecamatan Galang selanjutnya mencatat jumlah yang lebih tinggi, yakni 42 siswa. Tambahan data tersebut mencakup dua siswi MTs Pesantren Al Qomariah Desa Kotangan.
Dinas Pendidikan Deli Serdang juga membenarkan adanya siswa yang mengalami gangguan kesehatan setelah mengonsumsi MBG.
Kepala Dinas Pendidikan Deli Serdang A. Syukri Fitrian mengaku, siswa yang mengalami keluhan telah mendapat penanganan medis.
“Sudah ditangani dan sudah ada juga yang pulang,” ujar Syukri.
Menurut laporan di lapangan, siswa mengalami sakit perut hingga muntah. Pegawai Kecamatan Galang Asni mengatakan sejumlah orangtua juga datang mendampingi anak mereka yang mendapat perawatan di Puskesmas Galang.
