Petugas sedang mengevakuasi jenazah Tan Amoy.
ANTARASATU.COM | MEDAN - Sabtu (8/8) pagi itu semestinya berjalan seperti biasa bagi warga Jalan Bingkarung, Lingkungan II, Kelurahan Pandau Hulu II, Kecamatan Medan Area. Namun, sekitar pukul 07.50 WIB, keheningan permukiman padat penduduk tersebut mendadak pecah oleh teriakan histeris dan kepulan asap hitam yang membumbung tinggi.
Percikan api diduga kuat bermula dari meteran listrik di salah satu rumah. Korsleting bertegangan tinggi itu dengan cepat memicu kobaran api, menyambar material bangunan, lalu merembet rakus ke deretan rumah di sekitarnya.
Di tengah kepanikan yang membuncah, warga berhamburan keluar. Ada yang sigap menghubungi petugas pemadam kebakaran, sementara yang lain nekat mendekati kobaran api demi membantu tetangga menyelamatkan barang-barang berharga.
Sayangnya, tak semua orang berhasil meloloskan diri dari kepungan si jago merah. Nahas menimpa Tan Amoy. Wanita berusia 73 tahun tersebut terjebak di dalam rumahnya saat api kian membesar dan menutup akses jalan keluar.
Dalam kepungan asap pekat dan hawa panas yang membakar, lansia itu berusaha menyelematkan diri. Namun langkah kakinya tak cukup cepat menandingi pergerakan api.
Tragedi mencapai puncaknya ketika tangga rumah runtuh dan menimpa tubuh sang nenek. Keterbatasan fisik akibat usia lanjut membuatnya tak mampu membebaskan diri dari himpitan material tangga.
Nenek Amoy gugur di lokasi kejadian, terjebak dalam perangkap api yang dibuat oleh rumahnya sendiri.
"Dalam kejadian ini satu orang meninggal dunia atas nama Tan Amoy," konfirmasi Manager Pusdalops-PB BPBD Kota Medan Anwar Fakhrizal Nasution.
Armada dari Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Medan yang tiba di lokasi langsung berjibaku menjinakkan si jago merah. Setelah sekitar satu setengah jam bertaruh waktu dan nyawa, api akhirnya berhasil dipadamkan total pada pukul 09.30 WIB.
Sisa-sisa kebakaran menyisakan duka mendalam. Petugas kemudian mengevakuasi jenazah Nenek Amoy dari puing-puing bangunan. Data BPBD Kota Medan mencatat sedikitnya lima unit rumah warga terdampak dalam musibah ini, dengan tingkat kerusakan yang bervariasi mulai dari 30% hingga 90%.
