google.com, pub-7586912727531913, DIRECT, f08c47fec0942fa0 Kerapatan Kejuruan Bohorok Jalin Sinergi Strategis Bersama Lonsum Turangi Estate

Advertisement

Kerapatan Kejuruan Bohorok Jalin Sinergi Strategis Bersama Lonsum Turangi Estate

Editor: Dyan Putra
21 Juni 2026

Ns. Tengku Ahmad Jajuli, MM selaku Setia Usaha Kejuruan Bohorok, didampingi Wan Ikhsan Armi dan Tengku Ahmad A., S.Tr.P. diabadikan bersama KTU Manager PP Lonsum Turangi Estate Sasro Suparto. (ist)
ANTARAsatu.com | BOHOROK – Untuk memperkuat tali silaturahmi dan sekaligus mengangkat serta menjaga marwah adat istiadat Melayu di tanah ulayat, delegasi lembaga adat Kerapatan Kejuruan Bohorok melakukan pertemuan resmi dengan Manajemen PT PP London Sumatra Indonesia (Lonsum) Turangi Estate, pada Sabtu (20/6/2026) di Kantor Kebun Turangi  Estate, menghasilkan komitmen kuat dan visi bersama untuk saling bersinergi secara harmonis.

Kehadiran delegasi lembaga adat ini bertindak sebagai utusan resmi yang mewakili Yang Mulia (YM) Tuanku Diraja Kejuruan Bohorok Tengku Ali Hanafiah Bin Tengku Dahcrul Bin Tengku Bahagi Raja Bohorok, yang bergelar Sakmar Diradja Kejuruan Bohorok.

Kunjungan kehormatan itu dipimpin oleh Ns. Tengku Ahmad Jajuli, MM selaku Setia Usaha Kejuruan Bohorok, didampingi perwakilan generasi muda masyarakat adat Kerapatan Kejuruan Bohorok, Wan Ikhsan Armi dan Tengku Ahmad A., S.Tr.P.

Kedatangan para pemangku adat dan zuriat kesultanan disambut hangat dan rasa kekeluargaan oleh jajaran pimpinan PT Lonsum Turangie Estate, yang diwakili Kepala Tata Usaha (KTU), Sasro Suparto.

Pertemuan itu menandai babak baru kolaborasi yang tidak hanya menyentuh aspek operasional industri perkebunan, melainkan juga berkomitmen menjaga eksistensi dan kelestarian nilai-nilai luhur adat budaya Melayu di wilayah Bohorok.

Kolaborasi Strategis dan Penguatan Regulasi

Pertemuan tersebut menjadi ruang diskusi yang sangat produktif dalam menyelaraskan operasional industri perkebunan modern dengan perlindungan hidup adat melalui beberapa poin kesepakatan strategis, yakni Implementasi Regulasi Sertifikasi ISPO & RSPO Berdasarkan Perpres No. 16 Tahun 2025: Pihak perusahaan bersama lembaga adat sepakat untuk mengawal jalannya tata kelola industri kelapa sawit berkelanjutan yang patuh terhadap regulasi nasional terbaru, untuk memastikan aktivitas industri memberikan dampak kemakmuran yang adil bagi masyarakat lokal sekitar konsesi.

Integrasi Kearifan Lokal (Local Wisdom)

Manajemen PT Lonsum  Turangi Estate menegaskan komitmennya untuk senantiasa menghormati, mengadopsi, dan melibatkan kearifan lokal masyarakat Melayu Bohorok dalam setiap kebijakan sosial dan lingkungan perusahaan, guna meminimalisir potensi konflik dan mempererat kohesi sosial.

Pengelolaan Nilai Konservasi Tinggi (High Conservation Value - HCV Area)

Kedua belah pihak berkomitmen mengidentifikasi, menjaga, dan memetakan kawasan HCV di lingkungan perkebunan yang memiliki keterikatan historis, situs keramat, maupun fungsi ekologis penting bagi kelangsungan hidup masyarakat adat ulayat Bohorok.

Kerja Sama Operasional (KSO)

Merumuskan formulasi kemitraan yang inklusif untuk membuka peluang keterlibatan produktif masyarakat adat dalam rantai nilai perusahaan, sehingga kemajuan industri berjalan beriringan dengan penguatan ekonomi lokal.

Estate Manager PT Lonsum Turangi Estate, di wakili Kepala Tata Usaha, Sasro Suparto menyampaikan apresiasi yang tinggi atas kunjungan delegasi Kejuruan Bohorok.

"Bagi kami, keberadaan perusahaan harus menjadi bagian yang menyatu dengan urat nadi kehidupan masyarakat sekitar. Kehadiran para tokoh adat hari ini adalah kehormatan besar, dan kami siap berkomitmen penuh menjaga keselarasan industri dengan warisan budaya luhur Melayu di wilayah Bohorok ini," ujarnya.

Senada dengan itu, Ns. Tengku Ahmad Jajuli, MM selaku Setia Usaha Kejuruan Bohorok menegaskan, marwah adat akan tetap terjaga apabila terjalin hubungan saling menghormati antara dunia usaha dan pemangku wilayah ulayat.

"Sinergi ini adalah bukti nyata bahwa modernisasi industri melalui instrumen ISPO, RSPO, dan tata kelola HCV, dapat berjalan selaras tanpa harus menafikan eksistensi sejarah dan kebudayaan adat Melayu ulayat Kejuruan Bohorok," pungkasnya. ****