google.com, pub-7586912727531913, DIRECT, f08c47fec0942fa0 3 Desa di Percut Dikepung Busa Kimia, Ketum KTH AMPHIBI Desak Pihak Terkait Usut Penyebab Pencemaran

Advertisement

3 Desa di Percut Dikepung Busa Kimia, Ketum KTH AMPHIBI Desak Pihak Terkait Usut Penyebab Pencemaran

Editor: Dyan Putra
30 Juni 2026

ANTARAsatu.com | PERCUT SEI TUAN – Bencana pencemaran Sungai Percut kini meluas ke 3 desa, yang berada di Kecamatan Percut Sei Tuan, Kabupaten Deli Serdang, diantaranya Desa Pematang Lalang, Desa Percut dan Desa Cinta Rakyat.

Pantauan dilokasi, busa putih tebal berbentuk "awan" yang diduga bahan kimia itu tidak hanya menutup muara, tetapi juga menggenangi sawah warga di ke 3 desa termasuk hutan Mangrove.

Ketua KTHn Amphibi Percut A. Sayuti menyatakan kejadian kemunculan busa tebal tersebut terjadi mulai pukul 03.00 dinihari, pada Selasa 30 Juni 2026.

"Dokumentasi 30 Juni 2026 pukul 07.14 WIB di koordinat 3°42'56,418"N 98°46'55,494"E menunjukkan busa mengapung padat dari estuari hingga ke saluran irigasi pertanian," jelas A. Sayuti.
Gumpalan busa diduga bahan kimia terlihat di muara Sungai Percut
Menyikapi persoalan tersebut Ketua Umum KTH Amphibi Agus Salim Tanjung (Agus ST) dengan tegas mengutuk keras pelaku pencemaran Sungai Percut dan meminta pihak terkait untuk segera turun ke lokasi melakukan investigasi.

"Selain menggenangi sawah warga di ke 3 desa. Hal ini juga sangat berdampak besar terhadap hutan Mangrove yang kami tanam di muara sungai Percut," ucap Agus ST.

Agus ST menambahkan, busa yang menutup total permukaan air muara, dapat menyebabkan hutan Mangrove di ambang kematian.

"Ini pembunuhan pelan-pelan. Oksigen habis, akar napas mangrove Taman Edukasi AMPHIBI tertutup. Kalau mangrove mati, 300 KK nelayan di 3 desa ini kehilangan benteng dari banjir rob dan abrasi," ujar, Ketua Umum KTH AMPHIBI.

Selain itu, sambung Agus ST, akibat busa yang diduga limbah surfaktan/industri telah masuk ke sawah warga, bisa berdampak pada lumbung padi di 3 desa terkontaminasi.

"Sawah di Desa Pematang Lalang, Desa Percut, dan Desa Cinta Rakyat sekarang penuh busa. Padi terancam gagal panen. Ini bukan cuma merusak alam, tapi merampas sumber pangan ribuan warga," tegas Agus ST.

TUNTUTAN KTH AMPHIBI

KTH Amphibi mendesak Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Sumatera Utara (Dinas LH Sumut), Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (Kementerian LHK), Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Sumatera Utara (Distan Sumut) dan Pemerintah Kabupaten Deli Serdang (Pemkab Deli Serdang, segera:

1. Mengambil sampel air, busa, dan tanah di 3 desa yang terdampak
2. Audit tuntas sumber pencemar di hulu Sungai Percut.
3. Tindak tegas dan berikan ganti rugi ke petani-nelayan di Desa Pematang Lalang, Percut, dan Cinta Rakyat.

"Kami harap kedepannya tidak lagi terjadi hal seperti ini. Sudah cukup 3 desa ini yang menjadi korban," tutup Agus ST. ***