ANTARAsatu.com | MEDAN - Sebanyak tiga pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah di Sumatra Utara terpilih sebagai penerima manfaat dalam program "Perindo Bantu UMKM Takjil". Program ini merupakan inisiatif nasional untuk mendukung pengembangan usaha masyarakat selama bulan suci Ramadan melalui pemberian bantuan modal dan fasilitas penunjang lainnya.
Ketiga penerima manfaat asal Sumut tersebut adalah Dinanti (UMKM Minuman Es Jelly) dari Kabupaten Langkat, serta dua pelaku usaha asal Kota Medan. Yakni Sri Handayani (UMKM Makanan Ringan) dan Cici Latifah Zahara (UMKM Takjil Berbuka).
Wakil Ketua III DPW Partai Perindo Sumut Amru Nasution menyatakan, penyaluran modal usaha dilakukan serentak pada Kamis (26/2), setelah melewati proses kurasi dan verifikasi yang ketat pada Rabu (25/2).
"Kami berharap dukungan modal usaha ini menjadi langkah awal bagi para pelaku UMKM untuk berkembang lebih jauh, naik kelas, dan mampu menginspirasi pelaku usaha lainnya di wilayah Sumut," ujarnya, Kamis (26/2).
Program ini menarik antusiasme tinggi dengan jumlah pendaftar mencapai ratusan pelaku usaha sejak pendaftaran dibuka pada 20-24 Februari 2026. Secara nasional, terdapat total 50 pelaku usaha yang terpilih dan tersebar di 18 provinsi di Indonesia.
Cakupan wilayah penerima program ini meliputi:
- Sumatra: Aceh, Sumatra Utara, Riau, dan Sumatra Selatan.
- Jawa dan Bali: Jakarta, Jawa Barat, Yogyakarta, Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Bali.
- Kalimantan: Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Barat.
- Sulawesi: Sulawesi Selatan, Sulawesi Tengah, dan Sulawesi Tenggara.
- Nusa Tenggara dan Maluku: NTB, NTT, dan Maluku.
Selain menerima bantuan modal usaha dalam bentuk tunai, para peserta terpilih juga mendapatkan dukungan komprehensif untuk meningkatkan daya saing produk mereka. Dukungan tersebut mencakup atribut branding berupa stiker kemasan dan banner untuk mempercantik tampilan gerai usaha.
Para penerima manfaat juga mendapat fasilitas promosi produk melalui jaringan media sosial resmi partai serta kesempatan untuk bergabung dalam komunitas UMKM Binaan. Langkah ini diharapkan dapat memperluas jangkauan pasar para pelaku UMKM takjil selama masa produktif di bulan Ramadan.
"Tujuan utama kami adalah memberikan dorongan nyata bagi UMKM agar tetap tangguh dan kompetitif. Melalui pendampingan dan promosi digital, mereka diharapkan tidak hanya berjaya di musim Ramadan, tetapi juga berkelanjutan di masa depan," pungkas Amru.
