![]() |
| Direktur Manajemen Resiko, Legal dan Kepatuhan PT Pegadaian, Ismail Ilyas (tengah) menekan tombol sebagai tanda resmi hadirnya The Gade Creative Lounge di Digital Library Unimed, Selasa (10/2/2026). |
Peresmian The Gade Creative Lounge (TGCL) ini dihadiri Direktur Manajemen Resiko, Legal dan Kepatuhan PT Pegadaian, Ismail Ilyas, Pemimpin PT Pegadaian Kanwil 1 Medan, Yohanis Wulang, Deputi Operasional, Basuki Tri Andayani, Deputi Bisnis Area Medan 1, Faozan Wahyu Praptono dan Deputi Bisnis Area Medan 2, Heri Susianto Iskandarsyah, Asisten Direktur Senior Pengawasan Lembaga Jasa Keuangan OJK Sumatera Utara serta Asisten Manager Senior Pengawasan Lembaga Jasa Keuangan OJK Sumatera Utara, Maria Oktarina Sirait.
Selain itu turut pula hadir mewakili Rektor Unimed, Prof. Dr. Syawal Gultom, M.Pd Ketua Senat Unimed, Prof. Dr. Martina Restuati, M.Si Sekretaris Senat Unimed, Dr. Winsyahputra Ritonga, S.Pd., M.Si Wakil Rektor Bidang Umum dan Keuangan Unimed, Prof. Dr. Marice, M.Hum Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan Unimed, Prof. Dr. Erond Litno Damanik, S.Pd., M.Si Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Kerja Sama dan Hubungan Masyarakat Unimed serta civitas akademika Unimed.
Direktur Manajemen Resiko, Legal dan Kepatuhan PT Pegadaian, Ismail Ilyas menyatakan, The Gade Creative Lounge merupakan penyediaan area Coo Working Space bagi pengguna yang ingin belajar secara bersama, berdiskusi, santai, dan nyaman, yang dihadirkan Pegadaian untuk mahasiswa dan dosen Unimed.
"TGCL ini adalah bentuk dari Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) PT Pegadaian, sebagai dukungan dan komitmen mendorong dunia pendidikan tinggi di Indonesia. Dengan adanya The Gade Creative Lounge akan menjadi momentum bagi mahasiswa untuk menyalurkan kreativitasnya," ucap Ismail.
Pegadaian berharap, layanan ini dapat dimanfaatkan secara optimal sebagai ruang diskusi riset dalam pengembangan talenta dan inkubasi gagasan.
"Harapannya di tempat ini akan lahir inisiatif-inisiatif yang tidak hanya relevan lagi, tetapi juga memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan nasional," cetusnya.
Sementara itu, Rektor Unimed diwakili Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan Unimed, Prof. Dr. Erond Litno Damanik, S.Pd., M.Si mengaku, sejauh ini mahasiswa-mahasiswi yang ada di Unimed belum memperoleh dan mendapatkan secara maksimal literasi finance (keuangan).
"Di Unimed ini ada sekitar 36.000 mahasiswa dan dosen yang berpeluang besar untuk diberikan literasi finance. Dan kami berharap Pegadaian sebagai perusahaan milik negara dalam memberikan fasilitas tersebut melayani The Gade Creative Lounge ini," ungkapnya.
Hal senada juga disampaikan Prof. Dr. Syawal Gultom, M.Pd selaku Ketua Senat Unimed mengungkapkan, masih banyak generasi muda yang belum mengerti literasi finansial.
"Bukannya tidak punya uang, tapi tidak paham dalam mengatur keuangan dengan secara baik," sebut Prof Syawal.
Ia bersyukur dengan hadirnya The Gade Creative Lounge ini di kampus hijau Unimed akan memberikan memberikan literasi finansial kepada mahasiswa dan dosen.
"Di sini akan didatangkan motivator-motivator oleh Pegadaian, untuk memberikan literasi finansial kepada mahasiswa dan dosen," ucap Prof Syawal.
Kehadiran ruang ini diharapkan menjadi wadah produktif bagi mahasiswa, dosen, dan civitas akademika untuk berkolaborasi serta mengembangkan potensi intelektual dan kewirausahaan.
The Gade Creative Lounge tidak hanya berfungsi sebagai tempat berkumpul, tetapi juga sebagai ruang diskusi dan pertukaran ide. Mahasiswa didorong untuk bekerja sama dalam berbagai proyek kreatif maupun inovatif, sekaligus mengasah kemampuan berpikir kreatif yang relevan dengan kebutuhan zaman.
Disisi lain, ruang ini juga disiapkan sebagai pusat berbagai kegiatan akademik dan pengembangan diri, mulai dari workshop, seminar, hingga kegiatan edukatif lain yang mendukung pertumbuhan intelektual kampus.
Dari sisi fasilitas, The Gade Creative Lounge mengusung konsep modern dan inklusif. Area co-working space yang nyaman menjadi daya tarik utama, dilengkapi dengan ruang diskusi, ruang komputer, serta fasilitas yang ramah difabel. Tak hanya itu, tersedia pula ruang podcast dan panggung kecil yang dapat dimanfaatkan sebagai sarana ekspresi kreatif dan komunikasi. ***

