google.com, pub-7586912727531913, DIRECT, f08c47fec0942fa0 BENCANA TAPSEL: Saat Brimob Menjaga Asa Anak-Anak Garoga Bersekolah

Advertisement

BENCANA TAPSEL: Saat Brimob Menjaga Asa Anak-Anak Garoga Bersekolah

07 Februari 2026


PAGI di Desa Garoga, Kecamatan Batang Toru, Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumut, masih menyisakan jejak bencana. Aspal jalan utama tampak basah dan tak rata, sebagian sisi tergerus, sementara kendaraan melintas perlahan. Di tengah kondisi itu, anak-anak sekolah berseragam cokelat melangkah menyeberang jalan, dipandu personel Brimob yang berdiri di tengah arus lalu lintas dengan sepatu bot berlumpur.

Jumat (6/2), personel Satuan Brimob Polda Sumatera Utara dari Posko Utama Garoga hadir sejak pagi. Mereka menghentikan sepeda motor yang melintas, memberi isyarat tangan, lalu memastikan anak-anak bisa menyeberang dengan aman. Pemandangan ini menjadi bagian dari rutinitas pascabencana banjir bandang dan tanah longsor yang mengganggu akses transportasi umum di wilayah tersebut.

Tak jauh dari persimpangan, sebuah truk dinas Brimob terparkir di tepi jalan desa. Bak belakangnya difungsikan sebagai sarana angkut sementara. Satu per satu anak naik dengan bantuan tangan personel Brimob, tas sekolah tersampir di bahu, wajah mereka tampak lebih tenang saat berada di bawah pengawasan aparat.

Sebanyak tiga personel Brimob terlibat langsung dalam penjemputan dan pengantaran ini. Mereka menyusuri jalur-jalur yang masih sulit dilalui kendaraan umum, memastikan anak-anak tetap dapat berangkat ke sekolah dan kembali ke rumah dengan selamat. Jalan licin, medan tidak rata, dan kondisi lingkungan yang belum sepenuhnya pulih menjadi tantangan yang dihadapi setiap hari.

Bagi Brimob, kehadiran di Garoga bukan sekadar menjalankan tugas pengamanan pascabencana. Ada komitmen untuk memastikan hak pendidikan anak-anak tetap terpenuhi. Di tengah keterbatasan, sekolah harus tetap berjalan agar rutinitas dan semangat belajar anak-anak tidak terputus.

Selama kegiatan berlangsung, proses penjemputan dan pengantaran berjalan aman dan tertib. Anak-anak tiba di sekolah tepat waktu, mengikuti pelajaran seperti biasa, lalu kembali pulang dengan selamat. Senyum kecil di wajah mereka menjadi penanda perjalanan hari itu dilalui tanpa rasa cemas.

Masyarakat setempat menyambut positif kehadiran personel Brimob. Orang tua merasa terbantu di tengah sulitnya sarana transportasi dan kondisi jalan yang belum sepenuhnya aman. Kehadiran aparat memberi rasa tenang, terutama bagi keluarga yang setiap hari mengkhawatirkan keselamatan anak-anak mereka.

Di Desa Garoga, di antara lumpur yang belum kering dan jalan yang masih rapuh, Brimob tidak hanya menjaga keamanan. Mereka menjaga harapan, memastikan langkah anak-anak menuju sekolah tetap terarah, meski bencana baru saja berlalu.