Contoh SSD yang akan dibangun di Sumut.
ANTARAsatu.com | MEDAN - Pemprov Sumut akan membangun instalasi solar dryer dome, atau SSD, sebagai salah satu strategi menjaga stabilitas harga komoditas pangan, khususnya cabai merah. Sepuluh unit SDD segera dibangun di dua kabupaten penghasil cabai terbesar, yaitu Batubara dan Karo, masing-masing lima unit.
Kepala Bidang Hortikultura Dinas Ketahanan Pangan dan Hortikultura Sumut Lambok Turnip mengatakan, SDD berfungsi mengeringkan cabai merah sehingga dapat disimpan lebih lama dan meningkatkan nilai komoditas.
"Pembangunan dimulai di Batubara pada Desember 2025 dan ditarget selesai tepat waktu untuk digunakan pada musim panen berikutnya," ujarnya di Medan, Kamis (18/9).
SDD akan dihibahkan kepada Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) setempat dan dikelola secara mandiri. Satu unit SDD mampu menampung hingga dua ton cabai merah.
Untuk distribusi dan penyimpanan, pemprov akan berkolaborasi dengan BUMD untuk memastikan efektivitas program. Keterlibatan BUMD untuk program ini sangat diharapkan.
Solar dryer dome merupakan teknologi pengeringan hasil pertanian dan produk lain yang menggunakan energi matahari dalam bentuk kubah (dome). Instalasi ini berfungsi seperti rumah kaca, menggunakan penutup polikarbonat transparan untuk meningkatkan suhu dan memaksimalkan penyerapan sinar matahari.
SDD juga dilengkapi sistem sirkulasi udara untuk mempercepat proses pengeringan secara higienis dan efisien. SDD dirancang untuk mengeringkan komoditas seperti cabai, jahe, rumput laut, kopi, hingga kerupuk.
Program ini, kata Lambok, merupakan bagian dari Jaminan Stabilisasi Harga Komoditi Pangan (JASKOP) untuk menyeimbangkan harga agar petani tidak rugi dan konsumen tidak terbebani harga terlalu mahal.
Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sumut Effendy Pohan mengungkapkan, langkah ini cukup krusial untuk menekan inflasi Sumut yang pada Agustus 2025 mencapai 4,42% year on year menurut data BPS.
Selain SDD, Pemprov juga menjalankan sejumlah program lain untuk stabilisasi harga. Termasuk kerja sama dengan stakeholder untuk penyerapan komoditas pangan tertentu.
Dinas Perindag Sumut juga mengoptimalkan aplikasi pemantauan harga dari Kemendag untuk deteksi dini lonjakan harga. Sementara Dinas Perkebunan dan Peternakan fokus pada koordinasi dengan stakeholder peternakan unggas mengantisipasi fluktuasi harga ayam dan telur.
