Perdagangan cabai merah di salah satu pasar tradisional di Deliserdang.
ANTARAsatu.com | MEDAN - Harga cabai merah di Sumut kembali merangsek naik menyentuh harga Rp100.000 per kilogram di level konsumen, terutama pedagang warung kelontong. Kenaikan ini dinilai terutama dipicu memburuknya pasokan cabai di wilayah penghasil utama, di tengah masa panen yang menipis.
Di Kabupaten Deliserdang, harga cabai merah di pasar Galang tercatat sebesar Rp92.000 per kilogram, sementara di Langkat mencapai angka serupa. Stok cabai merah di Sumut pada pekan terakhir September tercatat turun sekitar 4% dibandingkan pekan sebelumnya.
Meski panen dari Deliserdang masih menyuplai sekitar 16% dari total stok harian, jumlah ini tidak cukup menahan harga di pasaran. Selain pasokan lokal, cabai dari wilayah lain seperti Sumbar, Riau, Kepulauan Riau dan Jambi juga diperebutkan sehingga harga cabai merah dan cabai hijau di Sumut tetap tinggi.
Pasokan cabai dari Jawa ke Sumut sekitar 28 ton per hari, tetapi harga tetap tidak bisa ditekan di bawah Rp60.000 per kilogram. Hal itu karena ongkos pengangkutan, penyusutan, bongkar muat dan margin keuntungan.
"Kenaikan harga cabai saat ini juga dipengaruhi penurunan pembelian cabai kardus oleh pedagang besar," ungkap Pengamat Ekonomi Sumut Gunawan Benjamin, di Medan, Kamis (18/9).
Hal itu terjadi karena pedagang berupaya menghindari kerugian di tengah pergerakan harga yang sangat fluktuatif. Gejolak harga cabai masih akan berlanjut hingga bulan depan karena pasokan cabai lokal diperkirakannya turun hingga 60%.
Jika suplai dari luar Sumatera, terutama Jawa, tidak mencukupi, harga cabai di Sumut berpotensi tetap tinggi. Aceh dan Sumbar baru akan memproduksi cabai secara signifikan pada November mendatang sehingga tekanan pasokan kemungkinan besar masih terjadi.
Menurut dia, kondisi ini mendorong pedagang warung dan grosir melakukan penyesuaian harga cepat untuk menutupi biaya operasional. Pembeli juga menahan pembelian dalam jumlah besar karena harga yang tinggi sehingga aktivitas perdagangan cabai mengalami penurunan volume.
Dia memprediksi, jika cuaca buruk atau gangguan distribusi terjadi, maka harga cabai bisa menembus level Rp120.000 per kilogram. Menambah tekanan inflasi pangan di Sumut.
