Aktivitas pelayanan Dinas PMPTSP Sumut.
ANTARAsatu.com | MEDAN - Realisasi investasi asing di Sumatera Utara hingga kuartal III 2025 tercatat baru mencapai Rp20,08 triliun. Sumut mesti mendapat lebih dari Rp5,74 triliun lagi untuk bisa melampaui capaian tahun lalu.
Data Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PMPTSP) Sumut menunjukkan, nilai investasi asing yang masuk ke wilayahnya sepanjang tahun ini masih senilai Rp20,08 triliun.
"Nilai tersebut berasal dari 3.745 proyek Penanaman Modal Asing (PMA)," ungkap Plt. Kepala Dinas PMPTSP Sumut Chandra Dalimunthe, di Medan, Jumat (12/9).
Jumlah itu tercatat masih jauh lebih sedikit dari tahun lalu yang mencapai Rp25,82 triliun. Padahal waktu tersisa pada tahun tinggal tiga bulan lagi.
Sedangkan untuk Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN), nilai yang masuk sudah melampaui tahun lalu uang hanya Rp22,44 triliun. Saat ini nilai investasi PMDN yang masuk ke Sumut sudah mencapai Rp25,98 triliun dari sebanyak total 23.613 proyek.
Untuk mendorong investasi, menurut Chandra, pihaknya fokus meningkatkan kualitas layanan perizinan serta memperluas penyelenggaraan mal pelayanan publik. Mereka yakin langkah-langkah itu mampu menarik minat investor.
"Ini menjadi bagian dari arah kebijakan investasi Sumut agar iklim usaha semakin kondusif," ujarnya.
Sementara itu, Sekretaris Daerah Provinsi Sumut Togap Simangunsong menegaskan percepatan layanan perizinan sangat penting dilakukan. Hal itu harus dilakukan investor lebih mudah menanamkan modal.
"Dengan berkembangnya investasi, ekonomi juga akan bangkit dan berefek pada kesejahteraan masyarakat," ucap dia.
Togap juga mengatakan telah meminta seluruh OPD di lingkungan Pemprov Sumut serta pemerintah kabupaten/kota untuk mempercepat penyerapan anggaran. Percepatan ini sebagai stimulus tambahan bagi ekonomi daerah.
"Langkah ini mendesak dilakukan karena inflasi Sumut saat ini masih berada di level 4,46% dan berdampak kepada penurunan daya beli masyarakat," pungkasnya.
