Redaksi

18 September 2025

Fuel Terminal Krueng Raya Gondol Platinum di ENSIA 2025

 


ANTARAsatu.com | MEDAN - Fuel Terminal Krueng Raya menjadi salah satu unit operasi Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera Bagian Utara (Sumbagut) yang menonjol dalam ajang Environmental and Social Innovation Award (ENSIA) 2025. Terminal ini meraih penghargaan Platinum berkat program unggulan di bidang pengelolaan sampah yang dinilai inovatif dan berkelanjutan.


Selain Krueng Raya, Fuel Terminal Meulaboh juga mendapat apresiasi atas inisiatif pengelolaan sampah yang dipadukan dengan inovasi sosial. Program tersebut dianggap mampu memberi manfaat langsung kepada masyarakat sekaligus menjaga kelestarian lingkungan.


Integrated Terminal Teluk Kabung tampil menonjol dengan sejumlah program yang berfokus pada efisiensi energi, efisiensi air, pengelolaan sampah, penurunan beban pencemaran, perlindungan keanekaragaman hayati, hingga inovasi sosial. Upaya tersebut mengantarkan unit ini masuk dalam jajaran penerima penghargaan ENSIA 2025.


Integrated Terminal Lhokseumawe diakui berkat program efisiensi energi, pengurangan serta pemanfaatan limbah B3 dan inisiatif pelestarian keanekaragaman hayati. Fuel Terminal Tembilahan turut mendapat pengakuan berkat inovasi pengelolaan air yang dinilai berdampak positif terhadap lingkungan sekitar.


Secara keseluruhan, Pertamina Patra Niaga Sumbagut meraih total 14 penghargaan dalam ajang ENSIA 2025 yang digelar PT Sucofindo (Persero), terdiri atas dua Platinum, empat Gold, dan delapan Silver. Capaian ini dianggap sebagai keberhasilan perusahaan menghadirkan inovasi berkelanjutan berbasis lingkungan dan sosial.


Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut Fahrougi Andriani Sumampouw mengatakan, penghargaan ini menjadi bukti komitmen perusahaan dalam menjalankan program keberlanjutan.


"Capaian ini juga menjadi dorongan untuk terus menghadirkan inovasi yang bermanfaat bagi masyarakat dan lingkungan," ungkapnya di Medan, Kamis (18/9).


Ajang ENSIA 2025 sendiri berlangsung di Birawa Assembly Hall, Hotel Bidakara, Jakarta Selatan, Selasa (16/9), dengan menghadirkan Wakil Menteri Lingkungan Hidup Diaz Hendropriyono sebagai pembicara kunci. Tahun ini, ENSIA mengusung tema "Innovation for Socio-Economic and Ecological Harmony" yang selaras dengan arah pembangunan berkelanjutan nasional.


Diaz mengatakan, ENSIA merupakan pelengkap program PROPER Kementerian Lingkungan Hidup. Dia menilai, mekanisme penilaian ENSIA yang komprehensif tidak hanya mampu mendorong perusahaan tidak patuh pada regulasi, tetapi juga meningkatkan standar pengelolaan lingkungan.


Diaz menambahkan, kolaborasi dengan PT Sucofindo menghadirkan metodologi penilaian yang kredibel dan transparan. Menurutnya, ENSIA menjadi instrumen nyata dalam mendorong penerapan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) di Indonesia.


Bagi Pertamina Patra Niaga, raihan penghargaan ini dianggap memperkuat posisinya sebagai perusahaan energi yang tidak hanya berfokus pada distribusi energi. Namun juga konsisten memberi kontribusi nyata bagi lingkungan dan pemberdayaan sosial di wilayah operasi.