Proses ekshumasi terhadap jenazah gadis remaja yang tewas tergantung di Labusel, Minggu (24/8).
ANTARAsatu.com | LABUHANBATU SELATAN - Polisi menyelidiki misteri kematian seorang gadis berusia 14 tahun di Kabupaten Labusel, Sumut, yang meninggal dengan kejanggalan. Salah satu proses yang dilakukan adalah dengan membongkar kuburan untuk mengambil sampel dari tubuh jenazah.
Kapolres Labuhanbatu Selatan (Labusel) AKBP Aditya SP Sembiring mengatakan pihaknya telah melaksanakan penggalian jenazah (ekshumasi) seorang wanita yang meninggal dengan tubuh tergantung.
"Proses ekshumasi sudah kita lakukan di lokasi pemakaman umum pada Minggu (24/8) malam," ungkapnya, Senin (25/8).
Gadis yang masih di bawah umur itu sebelumnya ditemukan tewas dengan tubuh tergantung pada Jumat (22/9). Dia ditemukan tergantung di tiang rumahnya dan diduga bunuh diri.
Namun kematian gadia yang masih berusia 14 tahun itu mengundang perhatian karena terlihat ada kejanggalan. Saat ditemukan tewas, perutnya tampak membesar.
Menurut AKBP Aditya, pihaknya juga menemukan sejumlah kejanggalan saat melakukan olah TKP dan pemeriksaan medis. Pihak keluarga kemudian membuat laporan polisi (LP) seiring dengan proses penyelidikan.
Dalam kasus ini, polisi menyelidiki kemungkinan adanya faktor lain yang mengakibatkan kematian korban. Meski dugaan sementara, gadis yang masih pelajar itu tewas gantung diri karena mengalami depresi.
"Namun untuk memastikan adanya unsur tindak pidana lain, penyelidikan tetap dilanjutkan," kata Aditya.
Saat ini, lanjut dia, sampel jaringan tubuh korban sudah dikirim ke laboratorium.
