ANTARAsatu.com | MEDAN - Suara tangis menggema di rumah duka Hendra Tarigan (53) yang tewas ditembak oleh terduga pelaku berinisial MS di Desa Cinta Rakyat, Kec Kutalimbaru, Deliserdang, Sumatera Utara.
Salah satu tim Kuasa Hukum Batara Abdullah Nasution SH MH mengatakan sampai sejauh ini sudah 6 orang saksi diperiksa oleh penyidik, namun pelaku belum ditangkap
Hendra tewas seketika dilokasi kejadian di sebuah warung di Sumbaikan II, Desa Lau Gedang, Kutalimbaru, setelah ditembak dibagian kepala dengan menggunakan senapan angin rakitan, Rabu (27/8/2025).
"Tuhan, tolong, tolong. Pak Kapolri, tangkap pelakunya," ucap Verianti istri korban.
Ia menangis tak kesudahan, air mata terus menetes di pipinya.
"Suamiku dibunuh, pelakunya sudah tau, tapi kenapa tidak ditangkap," teriak Verianti.
Salah satu tim Kuasa Hukum Batara Abdullah Nasution SH MH mengatakan sampai sejauh ini sudah 6 orang saksi diperiksa oleh penyidik. Nama pelaku penembakan juga sudah disampaikan saksi, namun hingga hari ini belum ada keadilan yang didapatkan keluarga korban.
"Sudah dua hari setelah penembakan, belum ada penangkapan terhadap pelaku berinisial MS. Apalagi yang ditunggu polisi, apa keadilan sudah mati," katanya.
Batara menambahkan polisi harus segera bertindak untuk menangkap pelaku, jangan sampai keluarga korban dan masyarakat semakin kecewa dengan kinerja Polri.
"Kami mohon pak Kapolri, Kapolda Sumut, tangkaplah pelaku dengan segera," pinta Batara.
Peristiwa penembakan terhadap Hendra Tarigan terjadi pada Senin, 25 Agustus 2025 lalu. Hendra tewas ditempat sedangkan Hendrik luka tembak di kaki dan Rahmat terkena serempet peluru dibagian bokong. (ril/kcu)
