google.com, pub-7586912727531913, DIRECT, f08c47fec0942fa0 Dukung Pertahanan Nasional, PGN Pasok 10.000 M³ Gas Bumi ke TNI per Bulan

Advertisement

Dukung Pertahanan Nasional, PGN Pasok 10.000 M³ Gas Bumi ke TNI per Bulan

22 Agustus 2025

 

Penandatanganan Kesepakatan Bersama PGN-Kemenhan, Selasa (19/8).


ANTARAsatu.com | JAKARTA - PGN memperkuat komitmennya dalam mendukung pertahanan nasional dengan menyediakan pasokan gas bumi untuk kebutuhan operasional Kemenhan dan TNI. Komitmen ini diwujudkan melalui peresmian Kesepakatan Bersama pada Selasa (19/8) yang sekaligus memperpanjang kerja sama yang sudah dijalin sejak 2018.


Berdasarkan kesepakatan ini, PGN memasok lebih dari 10.000 meter kubik (M³) gas bumi per bulan untuk berbagai fasilitas militer. Seperti Mess TNI Angkatan Laut, TNI Angkatan Darat dan Markas Besar (Mabes) TNI.


Pasokan ini juga dimanfaatkan untuk keperluan memasak, boiler, dan kebutuhan energi lainnya di lingkungan Kemenhan. Direktur Utama PGN Arief S. Handoko menegaskan, sinergi ini merupakan bentuk nyata dari optimasi produksi dalam negeri.


"PGN bersinergi dengan pemerintah untuk membantu mengoptimalkan cost dan penghematan dengan penggunaan gas bumi baik pipa, CNG maupun LNG," ungkapnya.


Kerja sama dengan Kemenhan ini juga, lanjut dia, menjadi bentuk nyata dalam mengoptimalkan produksi dalam negeri. Berupa gas bumi untuk mendukung target swasembada energi pemerintah dan ketahanan energi.


Di sisi lain, pemerintah melalui Kemenhan, sangat menyambut baik kolaborasi ini. Dirjen Kuathan Kemenhan Marsekal Muda TNI H. Haris Haryanto menyatakan efisiensi anggaran adalah hal yang utama.



"Pemerintah mengharapkan adanya efisiensi dalam penggunaan anggaran. Maka kami berharap, peran PGN dapat menyediakan alternatif energi untuk memenuhi demand yang semakin besar dan lebih efisien," ujarnya.


Ke depan, Kemenhan dan PGN juga dapat bersama-sama menyiapkan infrastruktur untuk energi yang ramah lingkungan.


Lebih lanjut Arief mengatakan, dalam memastikan keandalan pasokan, PGN melakukan pemeliharaan rutin, peremajaan pipa dan berbagai upaya teknis lain untuk meminimalkan gangguan operasional. Layanan ini telah tersebar di berbagai daerah, termasuk Medan, Cirebon, Bogor, Jakarta dan Kota Tarakan.


Lebih dari sekadar transaksi bisnis, kerja sama ini juga, menurut dia, bersifat simbiosis mutualisme. Dukungan dari Kemenhan dinilai sangat penting bagi PGN, khususnya dalam pengamanan infrastruktur penyaluran gas bumi yang eksisting.


Begitu juga terhadap pengembangan pasar dan infrastruktur di masa depan. Arief optimistis gas bumi dapat menjadi bagian dari solusi asta cita swasembada energi di Indonesia.


Dengan layanan yang efisien, praktis dan ramah lingkungan. Sehingga tidak hanya menguatkan institusi pertahanan negara, tetapi juga memperkuat fondasi ketahanan energi nasional.