google.com, pub-7586912727531913, DIRECT, f08c47fec0942fa0 RI Terima Kursi Wakil Komandan Pasukan Perdamaian di Gaza, Kirim 8.000 Tentara

Advertisement

RI Terima Kursi Wakil Komandan Pasukan Perdamaian di Gaza, Kirim 8.000 Tentara

20 Februari 2026

 

Pasukan perdamaian PBB dari Indonesia.


ANTARAsatu.com | WASHINGTON DC – Indonesia resmi mengambil peran strategis dalam misi perdamaian dunia. Yakni dengan menyetujui tawaran sebagai Wakil Komandan Pasukan Stabilisasi Internasional (International Stabilization Force/ISF) di Gaza.


Komitmen ini diperkuat dengan rencana pengiriman 8.000 prajurit TNI untuk menjaga stabilitas di wilayah konflik tersebut. Keputusan tersebut diumumkan dalam rapat perdana Board of Peace (BoP) atau Dewan Perdamaian di Washington DC, Amerika Serikat.


Komandan ISF, Mayor Jenderal Jasper Jeffers, mengonfirmasi bahwa Indonesia telah menerima posisi strategis dalam struktur komando pasukan multinasional tersebut.


"Saya telah menawarkan dan Indonesia telah menerima posisi wakil komandan untuk ISF," ujar Jeffers sebagaimana dilansir AFP, Jumat (20/2).


Ia menegaskan, kehadiran ISF bertujuan mewujudkan perdamaian langgeng dan memastikan keamanan demi kemakmuran masa depan Gaza.


Presiden RI Prabowo Subianto menyatakan kesiapan Indonesia untuk mengirimkan personel dalam jumlah signifikan. Ia menyebut sebanyak 8.000 prajurit TNI akan dikerahkan secara bertahap dalam waktu dekat.


"Mungkin tidak lama, satu hingga dua bulan lagi. Kami menegaskan kembali komitmen untuk berkontribusi mengirimkan prajurit dalam jumlah signifikan, bahkan bisa lebih jika dibutuhkan," tegas Presiden Prabowo usai menghadiri KTT BoP di Donald J. Trump Institute of Peace, Kamis (19/2) waktu setempat.


Pembentukan ISF merupakan mandat dari Resolusi Dewan Keamanan PBB 2803 yang disahkan pada 17 November 2025. Pasukan ini bertugas mengawasi gencatan senjata, mengamankan wilayah perbatasan, serta memastikan proses demiliterisasi di Jalur Gaza.


ISF juga berperan melindungi warga sipil, mendukung operasi kemanusiaan, hingga melatih pasukan polisi Palestina. Dalam menjalankan tugasnya, ISF berada di bawah koordinasi Board of Peace dan akan bekerja sama dengan pihak Israel serta Mesir tanpa mengurangi kesepakatan internasional yang telah ada.


Indonesia juga direncanakan mengirim tim pendahulu (advance team) sebelum pengerahan pasukan utama dilakukan. (Ant/AFP)